BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana melakukan pelebaran drainase di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, usai jalan tersebut terendam banjir pada Minggu (19/4/2026).
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor menyatakan telah melakukan normalisasi drainase di wilayah Suryakencana.
Kepala Bidang Pemeliharaan dan Kebinamargaan PUPR Kota Bogor, Agus Sobari, mengatakan bahwa pelebaran drainase akan dilakukan setelah pihaknya memantau efektivitas hasil normalisasi.
Baca juga: Harga Gas Naik, Warga Putar Otak: Hemat Pemakaian hingga Ganti Tabung
Total ada empat titik yang direncanakan untuk pelebaran drainase yang menjadi jalur aliran air menuju Sungai Ciliwung.
"Sementara setelah kita normalisasi selokan, sambil dilihat, ini potensi enggak harus diperbaiki dengan rehab semua. Ada pertama di Jalan Roda karena saluran hampir mau akhir sebelum ke Otista, kedua di Surken (Suryakencana), ketiga Lawang Saketeng, keempat di Pedati," kata Agus Sobari saat dihubungi Kompas.com, pada Senin (20/4/2026).
Agus menuturkan, pihaknya telah mulai melakukan normalisasi drainase setelah penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Suryakencana.
Namun, proses tersebut masih terhambat di dua titik akibat pembongkaran bangunan Plaza Bogor dan Pasar Bogor.
Dalam proses normalisasi pascabanjir, petugas menemukan berbagai jenis sampah di saluran air, di antaranya galon plastik, sampah rumah tangga, hingga peti kayu.
"Masih ditemukan orang buang sampah sembarangan, masa ada galon, peti. Mudah-mudahan ke depan tadi pagi emang masih banyak sampah, buang sampah sembarangan, ketiga kan sudah dilarang PKL ya ada lagi ada lagi, sampahnya (dari PKL)," jelasnya.
Sebelumnya, Jalan Suryakencana terdampak banjir lintasan yang merendam badan jalan hingga trotoar pada Minggu malam. Banjir terjadi saat hujan deras dengan intensitas tinggi.
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @radar_bogor, sejumlah pengendara tampak memperlambat laju kendaraan saat menerobos genangan air di lokasi tersebut.
Baca juga: Rano Karno Klaim Penanganan Genangan di Jakarta Kurang dari 2 Jam
Ketinggian air bahkan mencapai sekitar 10 sentimeter dan turut menggenangi trotoar.
Sebagai informasi, sistem drainase di wilayah Suryakencana terbagi menjadi dua aliran utama, yakni menuju Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane.
Saluran air dari Jalan Siliwangi, Jalan Suryakencana, Jalan Kelenteng, Jalan Bata, dan Jalan Roda bermuara ke Sungai Ciliwung melalui Jalan Otista.
Sementara itu, aliran dari Gang Aut, Padasuka, Kampung Cincau, Lawang Saketeng, dan Jalan Saleh Bastaman mengalir ke Sungai Cibalok yang terhubung dengan Sungai Cisadane.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




