FORKI Jatim Genjot Reformasi Pembinaan, Fokus Bangun Sistem dan SDM Berkualitas

suarasurabaya.net
2 jam lalu
Cover Berita

Johannes Koento Ketua Pengprov FORKI Jatim periode 2026–2030 menegaskan bahwa peningkatan prestasi atlet hanya dapat dicapai melalui sistem pembinaan yang kuat, terstruktur, dan berkelanjutan.

Menurut Koento, selama ini capaian prestasi sering kali tidak ditopang oleh sistem yang solid. Oleh karena itu, pihaknya akan memprioritaskan reformasi pembinaan sebagai fondasi utama.

“Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun sistem. Karena prestasi itu lahir dari sistem yang baik,” ujar Koento.

Ia menjelaskan, strategi pembinaan ke depan akan bertumpu pada empat pilar utama, yakni peningkatan kualitas atlet, pelatih, wasit dan juri, serta penguatan tata kelola organisasi. Keempat elemen ini dinilai saling berkaitan dan harus dikembangkan secara simultan.

Selain itu, transparansi dalam pengelolaan organisasi menjadi perhatian serius. Johannes menilai keterbukaan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan sekaligus memperkuat soliditas internal FORKI Jatim.

“Bagaimana kita menampilkan transparansi dalam organisasi, itu penting. Supaya semua bisa berjalan dengan baik dan saling percaya,” katanya.

Dalam aspek peningkatan kualitas sumber daya manusia, FORKI Jatim tidak ingin hanya bergantung pada pengalaman. Johannes menegaskan pentingnya mengikuti perkembangan karate di tingkat global agar standar pembinaan tetap relevan.

“Kita harus mengikuti perkembangan karate dunia. Jadi bukan hanya berdasarkan pengalaman, tetapi juga standar yang terus berkembang,” ujarnya.

Sebagai bagian dari reformasi, FORKI Jatim juga akan memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan lembaga pendukung lainnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan pembinaan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kerja sama ini penting untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi atlet,” kata Johannes.

Di tengah dinamika internal organisasi, Koento menekankan pentingnya menjaga kebersamaan. Ia mengajak seluruh elemen, termasuk pihak yang sebelumnya memiliki perbedaan pandangan, untuk kembali bersatu membangun FORKI Jatim.

“Perbedaan itu hal yang biasa, tapi harus kita jadikan kekuatan untuk membesarkan FORKI. Organisasi ini milik bersama,” tegasnya.

Tak hanya itu, regenerasi kepengurusan juga menjadi agenda penting. Johannes membuka peluang bagi tenaga muda yang memiliki kompetensi dan dedikasi untuk terlibat aktif dalam organisasi.

“Kita butuh energi baru, tenaga muda yang siap bekerja dan punya semangat pengabdian. Ini kerja sosial, bukan untuk mencari keuntungan pribadi,” ujar Koento. (saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Juventus vs Bologna: Menang 2-0, Bianconeri Kian Kokoh di Empat Besar
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Simak Proyeksi Harga Emas Dunia Pekan Ini di Tengah Gejolak Timur Tengah
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Iran Akan Buka Kembali Wilayah Udara Secara Bertahap dalam Empat Fase
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Stok BBM Shell dan Vivo Kosong, BP-AKR Naikkan Harga Diesel Jadi Rp 25.560/Liter
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Gempa Jepang 7,4 Magnitudo, Ada Peringatan Tsunami
• 2 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.