UNICEF Singgung Soal Pangan dan Pengembangan Anak di RI

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: Pemerintah Indonesia dengan UNICEF meresmikan Country Programme Action Plan 2026-2030 bertajuk "Bersama untuk Setiap Anak Indonesia". (CNBC Indonesia/Robertus Andrianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - UNICEF memberikan catatan hasil evaluasi pada program Country Programme Action Plan (CPAP) pada implementasi sebelumnya kepada pemerintah Indonesia.‎

‎Catatan ini sekaligus sebagai dasar dalam pembentukan CPAP 2026-2030. bertajuk "Bersama untuk Setiap Anak Indonesia".

‎CPAP adalah kelanjutan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan UNICEF yang berlangsung sejak lama. Total anggaran pada program ini sebesar US$131 juta atau Rp2,5 triliun.


Baca: Pramono Siapkan Beasiswa LPDP Khusus Jakarta, Kapan Dibuka?

‎Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Maniza Zaman mengatakan catatan pertama adalah beralih dari program percontohan ke penguatan sistem.

‎"Memperkuat kapasitas sistem dan institusi agar layanan kesehatan, pendidikan, air, dan sanitasi, perlindungan anak, perlindungan sosial, gizi, dan pangan menjadi lebih efektif, tangguh, dan inklusif," katanya saat memberikan sambutan peluncuran CPAP 2026-2030 di Kantor Bappenas, Jakarta pada Senin (20/4/2026).

‎Kedua adalah beralih dari data sebagai tujuan menuju pengambilan berbasis bukti.

‎"Memprioritaskan penguatan ekosistem data Indonesia agar kebijakan dan investasi terus didasarkan pada bukti yang tepat waktu, terperinci, dan dapat ditindaklanjuti," Imbuh Maniza

‎Sementara catatan ketiga adalah dengan memanfaatkan kekuatan desentralisasi Indonesia untuk kepentingan anak.

‎Maniza menekankan bahwa kehadiran perwakilan dari 13 provinsi sebagai pengingat akan desentralisasi dapat membawa pengambilan keputusan dan layanan lebih dekat kepada masyarakat, keluarga, dan anak-anak.

‎"CPAP ini menempatkan provinsi dan kabupaten/kota sebagai inti pelaksanaan program," katanya

‎Dia mengatakan bahwa kombinasi pendekatan nasional dan provinsi fokus akan memperkuat perencanaan, penganggaran, dan akuntabilitas untuk anak-anak di daerah.

‎"UNICEF akan bekerja sama dengan kementerian teknis dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan kebijakan nasional diterjemahkan menjadi layanan berkualitas dan merata bagi anak-anak di seluruh Indonesia."

‎Catatan berikutnya adalah beralih dari inklusi sebagai prinsip menjadi inklusi sebagai hasil yang terukur.

Baca: Cara Matikan Fitur YouTube yang Bikin Kecanduan, Ortu Wajib Tahu

‎Hal ini dengan menanamkan kesetaraan gender, inklusi disabilitas, dan keadilan di semua sektor sehingga anak-anak dalam situasi rentan tidak hanya dijangkau, tetapi diprioritaskan.

‎Kelima adalah penekanan lebih kuat pada ketangguhan iklim. CPAP meningkatkan ketangguhan iklim bukan sebagai isu tersendiri, melainkan sebagai bagian integral dari sistem yang berfokus pada anak.

‎Kemudian catatan terakhir adalah beralih dari kesenjangan pembiayaan ke investasi yang lebih cerdas.

‎"Membangun bukti yang jelas agar belanja publik lebih memadai, efisien, adil, dan berdampak, termasuk mendukung mekanisme pembiayaan inovatif dan kemitraan dengan sektor swasta," imbuh Maniza.


(ras/mij) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat 2026-2027 Segera Dibuka

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Irfan Rahman Nahkodai KNPI Mariso, Usung Semangat Persatuan Pemuda
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Grand Final Proliga 2026 Pekan Ini: Perjuangan Megawati Hangestri Cs Bawa Jakarta Pertamina Enduro Pertahankan Gelar Juara
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Cegah Data Palsu, Pemerintah Pakai Liveness Detection untuk KTP-IKD Tahun Ini
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Detik-Detik Armada Perang AS Tembaki Kapal Iran yang Coba Lewati Blokade Selat Hormuz
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
May Day Fest 2026 di Makassar Dikemas dalam Konsep Festival
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.