FAJAR, JAKARTA Isu mengenai rencana uji coba antara Timnas Indonesia melawan Timnas Italia pada FIFA Matchday Juni 2026 menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir. Apalagi, muncul spekulasi bahwa kehadiran pemain berdarah Italia seperti Jay Idzes dan Emil Audero bisa menjadi faktor pendorong terwujudnya laga tersebut.
Namun, hingga saat ini, kabar tersebut masih sebatas rumor. Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, belum memberikan konfirmasi pasti terkait kemungkinan duel melawan Italia. Hal ini menunjukkan bahwa rencana tersebut belum berada pada tahap finalisasi.
Di sisi lain, setelah menyelesaikan agenda FIFA Series 2026 di Stadion Gelora Bung Karno—di mana Indonesia finis sebagai runner-up usai kalah dari Bulgaria—tim asuhan John Herdman memang tengah menyusun agenda uji coba berikutnya. FIFA Matchday bulan Juni menjadi momentum penting untuk mengukur kesiapan tim, terutama menjelang turnamen besar seperti AFC Asian Cup 2027.
Dalam konteks ini, menghadapi tim sekelas Italia tentu akan menjadi lompatan besar. Secara kualitas, pengalaman, dan peringkat dunia, Italia berada jauh di atas Indonesia. Namun justru karena itu, laga semacam ini akan sangat berharga dari sisi pembelajaran, taktik, dan mental bertanding.
Meski begitu, secara realistis, peluang menghadapi Italia tidak semudah yang dibayangkan. Penjadwalan, kesediaan federasi lawan, hingga kepentingan masing-masing tim nasional menjadi faktor penentu. Tidak semua negara besar bersedia menghadapi tim dengan peringkat lebih rendah, kecuali ada nilai strategis atau komersial yang signifikan.
Sebagai alternatif yang lebih realistis, muncul nama-nama dari kawasan Asia dan Timur Tengah, seperti Timnas Oman dan Timnas Kuwait. Kedua tim ini disebut-sebut berpeluang menjadi lawan Indonesia pada FIFA Matchday Juni mendatang.
Pilihan menghadapi Oman dan Kuwait bukan tanpa alasan. Selain lebih memungkinkan secara teknis, kedua tim juga memiliki karakter permainan yang relevan dengan calon lawan Indonesia di level Asia, khususnya di ajang AFC Asian Cup 2027. Menghadapi tim-tim Timur Tengah selama ini kerap menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, sehingga uji coba ini bisa menjadi sarana evaluasi yang sangat penting.
Timnas Oman, misalnya, saat ini berada di peringkat 79 FIFA dan memiliki pengalaman kompetitif yang cukup tinggi di kawasan Asia. Meski gagal melaju jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, mereka tetap menjadi lawan yang solid dan sulit ditaklukkan.
Sementara itu, Timnas Kuwait memang berada di peringkat yang lebih rendah, namun tetap memiliki gaya bermain khas Timur Tengah yang cepat dan fisik. Bagi Indonesia, menghadapi tim seperti ini penting untuk mengasah adaptasi permainan.
Jika dibandingkan, peluang menghadapi Oman dan Kuwait jauh lebih besar dibandingkan Italia. Selain faktor logistik dan jadwal, uji coba melawan tim Asia juga lebih relevan secara kompetitif. Pelatih John Herdman tentu membutuhkan lawan yang bisa memberikan gambaran realistis tentang tantangan di turnamen mendatang.
Meski demikian, wacana menghadapi Italia tetap menarik untuk diikuti. Kehadiran pemain seperti Jay Idzes dan Emil Audero memang membuka kemungkinan dari sisi narasi dan kedekatan kultural, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan federasi dan kesepakatan antarnegara.
Pada akhirnya, apapun lawan yang dipilih, FIFA Matchday Juni 2026 akan menjadi fase penting bagi Timnas Indonesia. Ini bukan sekadar pertandingan persahabatan, tetapi bagian dari proses membangun tim yang lebih kompetitif di level Asia.
Jika Italia benar-benar terwujud, itu akan menjadi momen bersejarah. Namun jika tidak, menghadapi Oman dan Kuwait pun sudah cukup untuk memberikan ujian serius—yang justru lebih relevan dengan kebutuhan tim saat ini.




