Pantau - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengintensifkan patroli siber guna menekan peredaran obat dan makanan ilegal yang marak dijual melalui platform daring.
Langkah ini disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
Ia menegaskan, "Patroli siber akan berlanjut terus tergantung kondisi yang berkembang."
Ribuan Konten Ilegal DitindakTaruna menjelaskan patroli siber merupakan kegiatan pengawasan, pemantauan, dan penindakan aktif di ruang digital yang menjadi strategi utama menghadapi distribusi produk ilegal.
Ia mengungkapkan, "Jumlah patroli siber yang kami lakukan, target kami tahun 2025, kami mampu realisasikan 197.562 di-takedown dan itu sudah ditindaklanjuti oleh Kemenkomdigi."
Pada 2026 hingga triwulan pertama, BPOM telah menurunkan sebanyak 61.564 konten terkait produk ilegal atau lebih dari 25 persen capaian tahun sebelumnya.
Menurutnya, pengawasan digital menjadi krusial karena peredaran produk ilegal kini banyak memanfaatkan kanal daring yang sulit dijangkau metode konvensional.
Perkuat Koordinasi dan TeknologiBPOM juga memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penindakan terhadap konten melanggar serta meningkatkan perlindungan masyarakat.
Taruna mengatakan, "Kami juga melakukan optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam mendeteksi dan mencegah peredaran produk ilegal."
Upaya ini diharapkan mampu menekan peredaran obat dan makanan ilegal sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan konsumen terhadap pentingnya kepatuhan terhadap regulasi.




