Lebih dari 1.000 rumah di area Tel Aviv, ibu kota Israel, tidak layak huni akibat perang yang berkecamuk melawan Iran beberapa waktu terakhir. Rumah-rumah di ibu kota Israel itu mengalami kerusakan hingga tidak bisa dihuni akibat rentetan serangan Teheran.
Laporan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Senin (20/4/2026), disampaikan oleh Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, yang dikutip televisi lokal Israel, Channel 12.
Huldai mengatakan bahwa "lebih dari 1.000 apartemen di Tel Aviv tidak lagi layak huni" karena kerusakan yang disebabkan oleh serangan rudal dan drone Iran.
Selama perang antara AS-Israel melawan Iran, yang berkecamuk sejak 28 Februari, Teheran melancarkan serangan rudal dan drone berulang kali ke kota-kota besar di Israel sebagai respons atas serangan skala besar di wilayah Iran.
Sejumlah rudal dan serpihan logam dari upaya pencegatan menghantam bangunan-bangunan di area Tel Aviv, Ramat Gan, dan Bnei Brak. Puluhan korban tewas dan korban luka dilaporkan di Israel akibat serangan-serangan Iran, namun Tel Aviv tidak secara transparan mengungkap data tersebut ke publik.
Rentetan serangan Teheran disebut menyebabkan kerusakan luas terhadap rumah-rumah, kendaraan, dan infrastruktur di wilayah Israel.
Laporan Channel 12 menyebutkan pada awal pekan ini bahwa para pejabat Israel memperkirakan biaya perang selama 40 hari melawan Iran dan Lebanon, yang menjadi markas kelompok Hizbullah, mencapai sekitar US$ 17,5 miliar (Rp 300,3 triliun).
Angka tersebut tidak mencakup biaya rekonstruksi atau kerugian akibat penutupan sebagian ekonomi Israel selama pertempuran.
(nvc/ita)





