Garda Revolusi Iran Masih Ingin Berperang, Trump: Iran Tak Bisa Lagi Bisa Lagi Melakukan Pemerasan

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Perundingan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran akan berakhir pada 22 April. Presiden AS Donald Trump menyatakan optimisme terhadap tercapainya perjanjian damai, namun suara dari berbagai faksi di Iran masih beragam. Pada Sabtu (18 April), Trump mengatakan di Gedung Putih bahwa akan ada lebih banyak kabar terkait pada malam harinya.

Setelah Iran kembali mengumumkan penutupan Selat Hormuz pada hari Sabtu, kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam menembaki dua kapal tanker minyak berbendera India. Kementerian Luar Negeri India menyampaikan protes keras dan segera memanggil duta besar Iran untuk menyatakan keprihatinan serius.

Pada hari yang sama, Trump menyatakan kepada media di Gedung Putih bahwa akan ada perkembangan lebih lanjut terkait negosiasi AS–Iran pada malam hari, serta menegaskan bahwa Amerika akan mengambil sikap tegas.

Seorang pejabat tinggi AS mengatakan kepada Axios bahwa jika tidak ada terobosan dalam waktu dekat, konflik bersenjata dapat kembali pecah dalam beberapa hari ke depan.

Sehari sebelumnya, Trump mengatakan bahwa perjanjian damai AS–Iran “sangat dekat untuk tercapai”, dan Iran telah setuju untuk menyerahkan uranium yang diperkaya. Ia juga menyebut kemungkinan perjanjian ditandatangani pada akhir pekan, bahkan tidak menutup kemungkinan dirinya akan hadir langsung.

Trump juga menyinggung bahwa selama 47 tahun Iran telah menyebabkan kematian banyak warga Amerika tanpa konsekuensi, dan kini pemerintah AS sedang menangani masalah tersebut.

 “Iran jangan berpikir bisa terus memainkan trik. Mereka sudah melakukannya selama 47 tahun. Dulu tidak ada yang benar-benar menghadapi mereka—sekarang kami melakukannya,” katanya. 

Sementara itu, pejabat tinggi Garda Revolusi Iran mengancam bahwa jika Amerika Serikat terus memblokade pelabuhan Iran, maka Iran akan menutup Selat Hormuz.

Pada Sabtu, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam sebuah forum diplomatik di Turki mengatakan bahwa sebelum kedua pihak mencapai “kerangka” bersama, belum bisa ditentukan tanggal perundingan berikutnya. Ia juga membantah pernyataan Trump mengenai penyerahan bahan nuklir.

Trump menambahkan:  “Mereka ingin menutup selat itu lagi, seperti yang telah mereka lakukan selama bertahun-tahun. Tapi mereka tidak bisa lagi memeras kami.”

Ia juga menyatakan bahwa Iran saat ini tidak memiliki kekuatan angkatan laut dan udara yang memadai, serta dipimpin oleh pihak-pihak yang tidak kompeten, dan tengah menghadapi kemungkinan perubahan rezim secara paksa.

Reporter NTD Television, Qiu Yue dan Qi Shaowei melaporkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kloter I Jamaah Haji RI Tiba di Madinah 22 April 2026, Pakai Jalur Fast Track
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Wondr Kemala Run 2026 Torehkan Sejarah, Hadiah Tetap Diberikan Meski Pemenang tak Hadir
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Respons Dedi Mulyadi Soal Kasus Siswa Lecehkan Guru di Purwakarta, sang Gubernur Sarankan Hukuman Ini
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Kronologi Uya Kuya Lapor Polisi Usai Dituding Raup Keuntungan Fantastis dari Kepemilikan 750 Dapur MBG
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Dewa United Vs Persib
• 3 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.