Indointernet (EDGE) Beberkan Sejumlah Alasan Pilih Delisting dan Go Private

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet membeberkan alasan perseroan mengajukan rencana go private dan delisting. Setidaknya ada empat alasan yang diungkapkan.

Indointernet (EDGE) Beberkan Sejumlah Alasan Pilih Delisting dan Go Private. (Foto Istimewa)

IDXChannel - PT Indointernet Tbk (EDGE) atau Indonet membeberkan alasan perseroan mengajukan rencana go private dan delisting. Setidaknya ada empat alasan yang diungkapkan.

Pertama, manajemen EDGE mengungkapkan, saat ini perseroan tergabung dalam ekosistem grup Digital Edge (Hong Kong) Ltd dan terdapat perubahan strategi bisnis dalam grup perusahaan meliputi penguatan integrasi operasional dan pengembangan platform pusat data secara regional, optimalisasi struktur permodalan, serta peningkatan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan strategis di tingkat grup.

Baca Juga:
Minta Restu Go Private, Indonet (EDGE) Gelar RUPSLB Usai Lebaran

"Sehingga kegiatan usaha perseroan akan ditopang oleh grup perusahaan," katanya dalam keterbukaan informasi BEI, Senin (20/4/2026).

Oleh karenanya, perseroan tidak lagi memerlukan pendanaan (capital raising) dari pasar modal dan belum memiliki rencana untuk melakukan penggalangan dana tersebut di masa yang akan datang.

Baca Juga:
Jelang RUPSLB Minta Restu Go Private, Dua Anggota Dewan Komisaris EDGE Resign

Kedua, perseroan menyatakan ingin lebih fokus pada pengelolaan portofolio investasi dan aset tanpa tekanan volatilitas harga saham atau publik.

Baca Juga:
Mau Delisting dan Go Private, Indointernet (EDGE) Tetapkan Harga Tender Offer Segini

Alasan ketiga, manajemen EDGE menyampaikan, perseroan bermaksud untuk lebih memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan kegiatan usahanya, termasuk dalam upaya untuk melakukan efisiensi dengan peningkatan produktivitas dan kinerja operasional, pengembangan bisnis, serta restrukturisasi usaha (dalam hal diperlukan).

Keempat, saham EDGE tidak aktif diperdagangkan di BEI dengan frekuensi dan volume perdagangan saham yang terbatas dalam periode tertentu, serta minimnya aktivitas transaksi di pasar yang menyebabkan kurang optimalnya fungsi pasar saham sebagai sarana likuiditas bagi pemegang saham publik.

"Oleh karenanya, akibat relatif tidak likuidnya perdagangan saham perseroan, tidak mudah bagi pemegang saham untuk melakukan transaksi atas saham mereka melalui BEI," ujar manajemen.

Dalam hal rencana go private dan delisting disetujui oleh RUPSLB, penawaran untuk membeli saham yang dimiliki oleh para pemegang saham publik akan dilakukan melalui penawaran tender sukarela oleh Digital Edge, yaitu sebanyak-banyaknya 159.598.500 saham yang mewakili 7,90 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan. 

Sehubungan dengan hal ini, Digital Edge memiliki dana yang memadai untuk menyelesaikan dengan tuntas penawaran tender yang berasal dari kas internal perusahaan.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dulu STARKI, Kini Universitas Tarakanita Cetak 126 Wisudawan Perdana di 2026
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
KAI Tambah Fasilitas Ramah Perempuan, dari Kursi Khusus hingga 120 Ruang Laktasi
• 46 menit lalukompas.com
thumb
Respons PSSI soal Tendangan Kungfu di Pertandingan EPA U-20
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Kronologi Uya Kuya Lapor Polisi Usai Dituding Raup Keuntungan Fantastis dari Kepemilikan 750 Dapur MBG
• 1 jam lalugrid.id
thumb
Musimin, Tiga Dekade Menjaga Anggrek Terus Lestari di Merapi
• 12 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.