Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan tidak menutup kemungkinan harga BBM nonsubsidi, Pertamax, akan mengalami penyesuaian harga. Hal ini terjadi jika tren kenaikan harga minyak dunia terus berlanjut.
“Kalau harganya (minyak) turun, ya tidak naik. Tapi kalau harganya seperti ini terus, ya kemungkinan pasti ada penyesuaian,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 20 April 2026.
Baca Juga :
Harga Lengkap BBM Pertamina di Seluruh SPBU Indonesia per 1 April 2026Bahlil menjelaskan, pemerintah tidak dapat menahan kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex karena mengikuti mekanisme pasar global. Namun, ia memastikan harga BBM subsidi tetap dijaga agar tidak mengalami kenaikan.
Menurutnya, kebijakan tersebut didasarkan pada harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang rata-ratanya masih berada di bawah USD100 per barel. Saat ini, harga ICP tercatat berada di kisaran USD76 per barel.
Ilustrasi. Foto: Dok. Istimewa.
“Karena yang bisa dijamin oleh negara atau pemerintah itu adalah harga yang bersubsidi,” jelasnya.




