Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Alor
Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Laut Banda di perairan utara Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin, 20 April 2026 siang.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,8, setelah sebelumnya diinformasikan berkekuatan Magnitudo 5,1.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,10° LS; 124,35° Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut dengan jarak 31 kilometer arah Barat Laut Alor, berpusat pada kedalaman 181 kilometer.
"Gempa Senin siang, 20 April 2026 pukul 12.19.36 WIB. Dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam lempeng (intraslab) subduksi Laut Banda. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme oblique normal atau mendatar-turun," jelas Arief kepada tvrinews.com, Senin, 20 April 2026.
Diketahui gempa bumi berdampak dan dirasakan di daerah Alor Barat Laut, Kabola, dan Pantar, Alor dengan skala intensitas II - III MMI. Menurut BMKG Kupang, getaran dirasakan nyata dalam rumah terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Sementara hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami, hingga saat ini hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Editor: Redaksi TVRINews





