Kemlu RI Koordinasi dengan Malaysia Terkait WNI Terdampak Kebakaran di Sabah

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan telah mengambil langkah cepat untuk melindungi warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak kebakaran besar di kawasan permukiman Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu (19/4/2026).

Pemerintah menyatakan, terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas setempat melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu serta Direktorat Pelindungan WNI.

“Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Pelindungan WNI terus memonitor perkembangan dan melakukan pendampingan dalam penanganan insiden kebakaran di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia,” ungkap Heni Hamidah Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Senin (20/4/2026).

Selain warga negara (WN) Malaysia, sebagian besar penduduk wilayah yang terbakar tersebut merupakan WNI yang menikah dengan warga setempat serta WN Filipina.

Namun, Heni belum dapat memastikan jumlah WNI yang terdampak kebakaran.

Kemlu RI bersama KJRI Kota Kinabalu terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah setempat untuk memastikan data akurat korban asal Indonesia, sekaligus mengawal penanganan pengungsi dan distribusi bantuan di lokasi.

Berdasarkan laporan awal di lapangan, para korban kebakaran telah dievakuasi ke lokasi penampungan sementara dan mendapatkan penanganan dari otoritas setempat.

Selain itu, KJRI Kota Kinabalu juga menyiapkan layanan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran tersebut.

“Saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak,” tegas Heni dilansir dari Antara.

Heni mengimbau masyarakat Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut untuk tenang dan menunggu informasi resmi pemerintah, sebab KJRI Kota Kinabalu masih melakukan pendataan.

Diketahui sebelumnya, kantor berita Bernama melaporkan 9.000 lebih warga terdampak dalam insiden kebakaran besar di pemukiman terapung Kampung Bahagia, Sandakan, Sabah, Malaysia pada Minggu (19/4/2026) dini hari waktu setempat.

Laporan kepolisian mencatat 1.000 dari 1.200 rumah di kawasan itu hangus terbakar, serta menyampaikan bahwa tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden.

Anwar Ibrahim Perdana Menteri Malaysia mengungkapkan keprihatinannya atas insiden itu dan meminta agar keselamatan para korban, juga memprioritaskan penyaluran bantuan kepada korban. (ant/vve/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump ancam hancurkan pembangkit listrik Iran jika tolak kesepakatan
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
16 Mahasiswa IPB Terlibat Pelecehan Seksual Grup Chat Diskors 1 Semester
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Upacara Penghormatan, Tentara Prancis Misi UNIFIL yang Tewas di Lebanon Dipulangkan
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Ghalibaf Tegaskan Iran Siaga Tempur Penuh di Tengah Negosiasi dengan AS
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Warga Cidadap Kota Bandung Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Lereng Gunung
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.