Wadirnas LPKS DPP BKPRMI: Pena Kartini, Inspirasi Perempuan Bangkit di Era Digital

terkini.id
1 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Nama Raden Ajeng Kartini kembali menggema setiap 21 April. Namun bagi Murniati Daeng Matarring, momentum Hari Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni kebaya dan sanggul semata.

Lebih dari itu, hari ini adalah panggilan untuk melanjutkan perjuangan melalui “pena” dalam bentuk baru: teknologi dan literasi digital.

Sebagai Ketua Lembaga Pemberdayaan Pengembangan Potensi Muslimah Harakah Bakomubin Sulawesi Selatan sekaligus Wadirnas Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah (LPKS) DPP BKPRMI, Murniati Daeng Matarring, S.Ag menilai tantangan perempuan masa kini telah berubah secara signifikan.

“Kalau dulu Kartini menghadapi pingitan fisik, hari ini perempuan menghadapi pingitan yang tidak kasat mata literasi digital yang rendah, tekanan ekonomi, dan krisis nilai dalam keluarga,” ujar Daeng Matarring yang juga pengurus Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa ini.

Pingitan Modern di Era Digital

Murniati menilai perempuan masa kini hidup dalam ruang yang tampak terbuka, namun sesungguhnya menyimpan berbagai tantangan tersembunyi.

Ia mengidentifikasi tiga persoalan utama yang dihadapi perempuan di tahun 2026, yakni rendahnya literasi digital, keterbatasan akses ekonomi, serta melemahnya peran ibu dalam keluarga.

Menurutnya, kemajuan teknologi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi membuka peluang besar, namun di sisi lain dapat menjadi jebakan jika tidak diiringi pemahaman yang memadai.

“Kita hari ini memegang ‘pena baru’ berupa gawai. Pertanyaannya, apakah kita gunakan untuk mencerdaskan atau justru melemahkan?” katanya.

Belajar dari Kartini: Ilmu, Strategi, Aksi

Murniati menegaskan bahwa semangat Kartini tetap relevan dan dapat diterjemahkan dalam tiga nilai utama.

Pertama, ilmu sebagai fondasi kebangkitan. Perempuan didorong untuk terus belajar, baik dalam bidang keagamaan maupun literasi modern.

“Ilmu bukan untuk pamer, tetapi untuk ibadah dan membangun peradaban,” tegasnya.

Kedua, kemampuan membaca zaman. Jika Kartini dahulu menggunakan surat sebagai media perjuangan, maka perempuan hari ini harus mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana menyuarakan gagasan.

Ketiga, aksi nyata. Kartini tidak berhenti pada pemikiran, tetapi melahirkan tindakan melalui pendirian sekolah bagi perempuan.

“Perempuan hari ini harus melahirkan karya, bukan sekadar wacana,” ujarnya.

Perempuan Sulsel dan Jejak Kemajuan

Ia juga menyoroti perkembangan perempuan di Sulawesi Selatan yang dinilai semakin progresif.

Keterlibatan perempuan dalam berbagai posisi strategis, mulai dari pemerintahan hingga legislatif, menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus hidup.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut belum merata.

“Kebangkitan perempuan tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi dari kemampuan memberi dampak dan menginspirasi lingkungan,” katanya.

Dari Seremoni ke Gerakan Nyata

Dalam momentum Hari Kartini 2026, Murniati mengajak perempuan untuk mengubah peringatan seremonial menjadi gerakan nyata.

Ia mendorong langkah sederhana namun berdampak, seperti peningkatan literasi digital bagi ibu rumah tangga, penguatan UMKM perempuan, serta membangun budaya belajar dalam keluarga.

“Ibu adalah sekolah pertama bagi anak. Hidupkan dialog di rumah, jangan hanya bergantung pada layar,” ujar mantan Ketua BKMT Pattallassang ini.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan media sosial secara bijak.

“Gunakan media sosial sebagai ‘pena baru’ untuk menyebarkan nilai dan pengetahuan, bukan sekadar hiburan,” tambah mantan Ketua TP PKK Borong palala Gowa ini.

Terang Itu Tanggung Jawab

Di akhir refleksinya, Murniati menegaskan bahwa perjuangan Kartini adalah amanah yang harus dilanjutkan oleh perempuan masa kini.

“Kartini sudah menulis babak pertama. Kini giliran kita melanjutkannya dengan karya nyata,” tuturnya.

“Hari Kartini bukan tentang menyamai laki-laki, melainkan menjadi perempuan yang utuh berilmu, berdaya, dan berkontribusi dalam membangun peradaban,” tandasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Multitrend Indo (BABY) Patok Harga Tebus Rights Issue Jauh di Atas Pasar
• 23 menit laluidxchannel.com
thumb
Banjir di Kebon Pala Jaktim Capai 1,75 Meter, Warga Mulai Mengungsi
• 8 jam laludetik.com
thumb
Pemkot Makassar Tangani Sampah di Titik Rawan hingga Perbatasan Gowa, Jaga Kebersihan Lingkungan
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Mayapada Hospital Surabaya Hadirkan Sinus Center untuk Penanganan Sinusitis Lebih Cepat dan Nyaman
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Ancaman Stagflasi: Menguji Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.