Grid.ID - Kronologi ratusan santri di Demak diduga keracunan MBG menu nasi goreng. Ibu menyusui ikut terdampak hingga mual-mual.
Ratusan santri di Kabupaten Demak, Jawa Tengah dilaporkan mengalami gejala keracunan massal usai mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden terjadi pada Minggu (19/4/2026), satu hari setelah makanan didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Diketahui, paket makanan berasal dari dapur SPPG Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung. Menanggapi hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan terkait proses pengolahan makanan.
Kronologi
Koordinator Wilayah SPPG Demak, Ali Muzani menegaskan bahwa seluruh proses penyajian makanan telah mengikuti standar operasional Prosedur (SOP) yang ketat. Menu yang didistribusikan mencakup nasi goreng dan pelengkapnya.
"Menu kemarin itu ada nasi goreng, kemudian telur ceplok, tahu goreng, ada acar timun-wortel, buahnya ada buah jeruk dan ada susu," ujar Ali, dikutip dari Kompas.com.
Ali membeberkan jadwal pengolahan makanan yang sudah dimulai sejak peang hari sebelumnya. Hal ini guna menjaga kesiapan distribusi.
Pada pukul 17.00 – 21.00 WIB dilakukan penerimaan dan persiapan bahan baku. Kemudian pukul 00.00 - 01.00 WIB merupakan tahap awal memasak nasi sebagai bahan utama nasi goreng.
Selanjutnya, pada pukul 01.00 - 03.30 WIB dimulai proses penggorengan nasi dalam tiga tahapan. Pada pukul 05.00 WIB, makanan matang sepenuhnya dan mulai dilakukan proses pengemasan serta distribusi.
"Setelah jadi nasi diproses jadi nasi goreng. Sudah secara SOP sudah dipenuhi semua," ujar Ali.
Saat ini pihak SPPG bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Demak masih melakukan investigasi mendalam. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan massal.
Kronologi ratusan santri di Demak diduga keracunan MBG menu nasi goreng juga membuat ibu menyusui terkena dampaknya. Kepala Puskesmas Kebonagung, Arief Setiawan mengatakan hingga Minggu sore terdapat lima korban dari kategori rentan.
Mereka adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Dari kelima korban, empat orang menjalani rawat jalan, sementara satu lainnya harus dirujuk ke RSU PKU Muhammadiyah Gubug guna mendapatkan perawatan lebih lanjut.
"Ibu menyusuai tadi sempat mengalami mual dan langsung kami berikan penanganan," ujar Arief, dikutip dari Tribun Jambi. (*)
Artikel Asli




