Tiga pemuda menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pemuda dari sebuah perguruan silat saat berkonvoi di Kabupaten Gresik, Jatim. Korban dipukuli, ditendang hingga dilempari batu.
Ketiga korban, yakni Septian Ramadhani (19 tahun) warga Gresik; Raditya Pratama Putra (21 tahun) warga Gresik; dan Ruben Wijaya (21 tahun) warga Sidoarjo.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Musihram, mengatakan peristiwa itu terjadi di perempatan Karangandong, Desa Karangandong, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, pada Minggu (19/4) siang.
Awalnya, para korban bonceng tiga naik sepeda motor hendak menyeberang dari arah timur perempatan Karangandong.
"Tiba-tiba berpapasan dengan rombongan sekelompok perguruan silat dari arah utara menuju selatan," kata Musihram saat dikonfirmasi, Senin (20/4).
Saat berpapasan, korban langsung diadang oleh salah satu oknum kelompok perguruan silat itu. Kemudian, ia bertanya kepada para korban dari kelompok perguruan silat mana.
"Para korban menjawab netral kemudian langsung dipukuli oleh para rombongan perguruan itu sampai terjatuh dari kendaraan. Dan kunci kontaknya dicabut lalu dibawa serta kendaraan milik korban ditendang serta dilempar batu," jelas Musihram.
Warga sekitar lalu datang menolong korban. Sedangkan rombongan perguruan silat itu kabur ke arah selatan.
"Para korban dibawa oleh warga sekitar ke puskesmas pembantu Karangandong untuk mendapatkan perawatan tersebut," ucapnya.
Warga sekitar kemudian melaporkan insiden pengeroyokan itu ke Polres Gresik.
"Sudah laporan Sat Reskrim Polres Gresik sedang melakukan penyelidikan berkolaborasi dengan Polsek Jajaran (Menganti, Driyorejo dan Kedamean), ada 3 korban sudah rawat jalan," kata Kasi Humas Polres Gresik, Iptu Hepi Muslih Riza.





