Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing industri agro nasional melalui hilirisasi. Salah satu langkah konkret ditunjukkan lewat pelepasan ekspor perdana produk olahan kakao dan cokelat Indonesia ke pasar Prancis.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa ekspor ini menjadi momentum strategis untuk memperluas pasar sekaligus menunjukkan kemampuan industri dalam negeri menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
“Ekspor perdana ini menjadi langkah penting dalam membuka akses pasar global dan membuktikan bahwa industri pengolahan kakao nasional mampu bersaing di tingkat internasional,”kata Agus dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.
Ekspor tersebut dilakukan oleh PT Adore Rempah Indonesia pada 18 April 2026. Produk yang dikirim berupa olahan kakao seperti cocoa butter dan white chocolate, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa, khususnya Prancis.
Keberhasilan ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat penetrasi produk pangan olahan Indonesia ke pasar internasional. Selain itu, capaian ini juga mencerminkan peningkatan kapasitas industri dalam negeri dalam memenuhi standar mutu global.
Kemenperin berharap langkah ini dapat memotivasi pelaku industri lainnya untuk terus meningkatkan kualitas, inovasi, serta memperluas jaringan pemasaran ke luar negeri. Upaya ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam mendorong ekspor produk hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merrijantij Punguan Pintaria, menambahkan bahwa ekspor ini merupakan bukti nyata penguatan hilirisasi industri kakao nasional.
“Produk olahan kakao Indonesia kini semakin mampu bersaing di pasar global. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,”ungkap Merrijantij.
Ia juga menekankan bahwa penguatan hilirisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan ekspor, tetapi juga memberikan manfaat bagi sektor hulu, terutama petani kakao. Sinergi antara hulu dan hilir dinilai penting untuk menciptakan rantai pasok yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
PT Adore Rempah Indonesia sendiri telah mengembangkan bisnis pengolahan agro sejak 2022, dengan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan ini juga mulai memperluas lini usaha ke sektor kakao sejak 2025, setelah sebelumnya fokus pada komoditas vanili.
Kemenperin menegaskan akan terus mendorong penguatan ekosistem industri melalui berbagai kebijakan dan fasilitasi, guna meningkatkan ekspor produk olahan kakao dan cokelat Indonesia serta memperkuat posisi di pasar global.
Editor: Redaksi TVRINews





