Emiten Kongsi SRTG–Boy Thohir (EMAS) Temukan Harta Karun Kolokoa, Cek Prospeknya

katadata.co.id
11 jam lalu
Cover Berita

Emiten tambang kongsi Grup Saratoga (SRTG) dan Garibaldi Thohir atau Boy Thohir PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), melaporkan temuan potensi cadangan emas berskala jumbo di wilayah Kolokoa. Target eksplorasi perusahaan sebesar 20–40 juta ton bijih dengan kadar emas berkisar 0,3–0,5 gram per ton (g/t).

Kolokoa, berlokasi berdekatan dengan area konsesi Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Indonesia. Lokasi temuan itu terletak sekitar 500 meter dari deposit utama. 

Direktur Utama Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, mengatakan prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang yang memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani. 

“Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal yang menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan,” kata Boyke dalam keterangan resminya, dikutip Senin (20/4). 

Penemuan ini melengkapi hasil yang sudah dilaporkan sebelumnya dengan Cadangan Bijih sebesar 5,2 juta ounces emas dari total Sumber Daya Mineral sebesar 7,0 juta ounces emas. Dalam waktu hanya empat bulan, Boyke menyampaikan hasil pengeboran awal telah mengonfirmasi keberadaan zona mineralisasi emas yang cukup luas, termasuk temuan dekat permukaan dengan kadar mencapai 1,57 g/t emas. 

Dari 30 lubang bor, Kolokoa mencatat target eksplorasi sebesar 20–40 juta ton bijih dengan kadar 0,3–0,5 g/t emas. Target eksplorasi tersebut merupakan salah satu dari sejumlah prospek prioritas tinggi yang telah diidentifikasi di dalam area konsesi EMAS seluas 14.670 hektare. 

Hasil uji metalurgi awal menggunakan metode bottle-roll juga menunjukkan tingkat perolehan emas yang tinggi pada material oksida, yakni 87–94%. Lalu perolehan yang kuat pada material transisi sebesar 81–92% yang dinilai mendukung kesesuaian dengan operasi Pani saat ini.

Pada tahap ini, estimasi jumlah dan kadar masih bersifat konseptual dan akan diperjelas melalui eksplorasi lanjutan. Perseroan menegaskan kegiatan eksplorasi yang dilakukan saat ini belum cukup untuk mengestimasi Sumber Daya Mineral, dan belum ada kepastian bahwa eksplorasi lanjutan akan menghasilkan estimasi sumber daya tersebut.

Hingga saat ini, perusahaan telah menyelesaikan 30 dari total rencana 82 lubang bor yang akan dilakukan sepanjang tahun 2026. Adapun rencana ke deqpannya EMAS akan melanjutkan beberapa langkah strategis.

Di antaranya memperluas pengeboran untuk menguji batas mineralisasi dan mendukung estimasi sumber daya di masa mendatang. Lalu EMAS juga akan melakukan pengujian lanjutan demi memastikan kinerja proses pengolahan.

“Dan mengevaluasi potensi integrasi Kolokoa ke dalam rencana pengembangan Tambang Emas Pani secara keseluruhan,” ucap Boyke. 

Tambang Emas Pani telah mulai berproduksi pada Februari tahun ini dengan target produksi sebesar 100.000–115.000 ounces emas pada 2026.

Pani ke depannya diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia, dengan rencana kapasitas produksi puncak lebih dari 500.000 ounces per tahun. Seiring dengan penyelesaian pengembangan penuh fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muzani Cek Pembangunan Gedung Legislatif di IKN
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Garuda Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Halalbihalal IKA PMII Jadi Ajang Konsolidasi Alumni untuk NU
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebakaran di Gedung Kemendagri Jakarta, Pegawai Kocar-Kacir Selamatkan Diri | SAPA MALAM
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal BRI Super League 2025/2026 Pekan 29: Persib Vs Arema Janjikan Duel Sengit!
• 9 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.