Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya menggelar simulasi layanan Mecca Route menjelang kedatangan jemaah haji yang dimulai pada Selasa (21/4/2026) besok.
Dalam simulasi menyambut kedatangan jemaah haji tersebut, PPIH menargetkan waktu tempuh dari Asrama Haji Surabaya menuju Bandara Juanda selama 90 menit.
Simulasi hari ini menggunakan 10 bus untuk menggambarkan kondisi kedatangan dan pergerakan jamaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.
As’adul Anam Ketua PPIH Embarkasi Surabaya mengatakan, tidak ada perubahan signifikan dalam alur pelayanan jemaah haji tahun ini.
Namun yang membedakan hanya pemberian kartu Nusuk kepada jemaah dalam rangkaian Mecca Route. Selain itu, skema fast track yang sudah diterapkan pada tahun lalu tetap digunakan untuk mempercepat proses keberangkatan.
“Secara umum alur pelayanan tidak ada perubahan. Tetapi tahun ini ada penambahan proses distribusi kartu Nusuk yang menjadi bagian dari layanan Mecca Route bagi jemaah,” katanya, Senin (20/4/2026).
Anam menyebut, penerapan sistem fast track sangat penting karena jemaah tidak lagi menjalani pemeriksaan tambahan saat tiba di Arab Saudi.
Seluruh proses keimigrasian telah dirampungkan di embarkasi. Sehingga waktu jemaah tiba di Saudi dapat langsung melanjutkan perjalanan.
Kemudian terkait barang bawaan, aturan yang diterapkan masih sama seperti tahun sebelumnya. Anam menyebut jemaah dilarang membawa bahan berbahaya seperti zat korosif, aerosol, senjata tajam, hingga obat-obatan terlarang tanpa rekomendasi dokter.
“Barang-barang yang mengandung bahan korosif, korek api aerosol, senjata tajam, saya kira tidak bisa dibawa di tas kabin,” ujarnya.
Sementara itu Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya juga melakukan sosialisasi bagi penjamah makanan sebagai bentuk dari layanan konsumsi jemaah.
Rosidi Roslan Kepala BBKK Surabaya menjelaskan, pengawasan makanan dilakukan mulai dari kualitas bahan makanan, air, udara, hingga lingkungan sekitar embarkasi.
Selain itu, BBKK Surabaya juga melakukan pemeriksaan kesehatan seperti swab untuk memastikan petugas makanan bebas dari penyakit yang dapat menular melalui makanan.
“Penjamah makanan harus dalam kondisi sehat dan menjaga higienitas saat mengolah makanan,” ucapnya. (wld/saf/ipg)




