New York, VIVA – Kabar mengejutkan datang dari perusahaan teknologi global, Meta Platforms Inc, yang mengambil langkah besar dalam perjalanan transformasi bisnisnya. Perusahaan induk Facebook dan Instagram melaporkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan mulai bulan Mei 2026.
Mengutip Reuters, jumlah tersebut setara dengan sekitar 10 persen dari total tenaga kerja global perusahaan. Gelombang pertama PHK dijadwalkan berlangsung pada tanggal 20 Mei 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari rencana restrukturisasi yang lebih luas. Selain itu, efisiensi tenaga kerja disinyalir sebagai bagian dari strategi efisiensi sekaligus percepatan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI).
Di bawah kepemimpinan CEO Mark Zuckerberg, Meta memang tengah menggelontorkan investasi besar untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan. Perusahaan berupaya merombak struktur internal agar lebih ramping, dengan mengandalkan sistem kerja berbasis AI.
- freepik.com/freepik
Keputusan Meta memangkas ribuan karyawan mencerminkan tren transformasi yang tengah dilakukan pelaku industri teknologi di Amerika Serikat (AS). Perusahaan-perusahaan besar di negeri Paman Sam mulai mengalihkan fokus dari ekspansi tenaga kerja ke efisiensi berbasis teknologi.
Sumber yang mengetahui rencana Meta melakukan PHK massal menyampaikan, perusahaan masih membuka peluang untuk melakukan pemangkasan lanjutan pada paruh kedua tahun ini, meskipun detail waktu dan jumlahnya belum diputuskan. Hal ini sambil seiring perkembangan teknologi AI yang semakin cepat dan kompleks.
Meski melakukan PHK, kondisi keuangan perusahaan tergolong solid. Meta Platform mencatat pendapatan lebih dari US$200 miliar dan laba sekitar US$60 miliar sepanjang tahun 2025 bersamaan agresifitas perusahaan belanja untuk pengembangan AI.
Sebagai informasi, Meta terakhir kali melakukan PHK besar pada periode 2022 hingga awal 2023 dalam program yang disebut year of efficiency. Saat itu, perusahaan memangkas sekitar 21.000 karyawan di tengah tekanan kinerja dan penyesuaian pasca lonjakan bisnis selama pandemi.
Kini, arah kebijakan Meta fokus pada penyederhanaan struktur organisasi. Perusahaan menginginkan lebih sedikit lapisan manajemen serta peningkatan produktivitas melalui dukungan teknologi AI.
Dalam beberapa pekan terakhir, Meta juga telah merombak sejumlah tim, termasuk di divisi Reality Labs. Bahkan, perusahaan memindahkan sejumlah insinyur ke unit baru, Applied AI, yang bertugas mengembangkan agen AI yang mampu menulis kode dan menjalankan tugas kompleks secara mandiri.





