Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat ekosistem riset nasional guna mencetak periset unggul yang mampu bersaing di tingkat global.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan manajemen talenta riset dari jenjang pendidikan dasar hingga profesional, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju target peraih Nobel dari Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan dalam agenda dialog terbuka bertajuk “BRIN Menjemput Talenta Riset: Dari Sekolah hingga Panggung Dunia” yang digelar di Gedung BJ Habibie, Jakarta Pusat.
Baca Juga :
Canggih! China Kembangkan Pulau Terapung untuk Riset Laut Dalam Ekstrem-Melek TeknologiMelalui program ini, BRIN menghadirkan berbagai skema terintegrasi dalam pengembangan talenta riset, mulai dari kompetisi ilmiah bagi pelajar seperti IRI Fair, hingga program lanjutan seperti postdoctoral dan joint research visit bagi periset profesional.
Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa penguatan ekosistem riset menjadi kunci dalam menciptakan inovasi yang mampu menjawab tantangan masa kini dan masa depan.
“Pada intinya kita terus mendorong penguatan ekosistem dan manajemen talenta untuk para periset. Kita punya mimpi besar agar periset Indonesia mampu menghasilkan inovasi unggul, sekaligus menghadirkan riset fundamental berkualitas yang bisa menjadi kandidat pre-Nobel,” ujar Arif.
Ia menekankan bahwa Nobel bukan tujuan utama, melainkan bagian dari pengakuan global atas kualitas riset. Menurutnya, pencapaian tersebut membutuhkan proses panjang dan ketahanan tinggi dari para peneliti.
Arif mencontohkan sejumlah ilmuwan dunia yang membutuhkan waktu puluhan tahun sebelum meraih penghargaan Nobel. Oleh karena itu, pengembangan talenta riset tidak hanya berfokus pada aspek ilmiah, tetapi juga pola pikir dan mentalitas yang kuat.
“Banyak periset unggul membutuhkan waktu panjang hingga 30 sampai 50 tahun untuk mencapai pengakuan global. Karena itu, talenta riset harus dipersiapkan secara matang, termasuk dari sisi daya tahan dan komitmen jangka panjang,” katanya.
Melalui penguatan ekosistem ini, BRIN berharap dapat mendorong lahirnya generasi periset Indonesia yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat dunia.




