Kisi-Kisi Kinerja BRI (BRI) Kuartal I/2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten perbankan, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) meyakini kinerja perusahaan tetap solid pada kuartal I/2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Corporate Secretary BRI Dhany menyampaikan, secara umum kinerja perseroan pada kuartal I/2026 menunjukkan tren yang tetap solid dan resilien dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Hal ini tercermin dari pertumbuhan yang terjaga pada sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), intermediasi, kualitas aset yang tetap terkendali, serta likuiditas yang memadai di tengah dinamika pasar yang masih cukup menantang,” kata Dhany kepada Bisnis, dikutip pada Senin (20/4/2026).

Dari sisi pendorong kinerja, Dhany mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit khususnya pada segmen UMKM masih menjadi kontributor utama. Dia menyebut, hal ini sejalan dengan fokus BRI pada ekonomi kerakyatan.

Dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru, Dhany menuturkan bahwa perseroan mempercepat ekspansi bisnis konsumer melalui penguatan mortgage, auto loan, optimalisasi payroll, hingga penguatan layanan wealth management.

Optimalisasi ekosistem digital seperti BRImo, QLola by BRI, serta penguatan jaringan BRILink Agen turut berkontribusi dalam meningkatkan basis dana murah (Current Account Saving Account/CASA) serta efisiensi operasional.

Baca Juga

  • Tekanan Jual Bayangi IHSG, Cermati Saham AUTO, BBRI & CMRY Pekan Ini
  • Mereka yang Kecipratan Cuan Dividen BRI (BBRI) 2026
  • Update KUR BRI April 2026! Pinjaman hingga Rp500 Juta, Cek Cicilan per Bulan dan Tabel Lengkapnya

Selain itu, lanjut dia, disiplin dalam manajemen risiko dan selective growth turut menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas aset perseroan.

Secara keseluruhan, Dhany menyebut bahwa capaian kinerja perseroan pada periode ini masih berada dalam koridor yang sejalan dengan target kinerja BRI untuk 2026.

“Perseroan tetap optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Di tengah keyakinan tersebut, Dhany tidak menampik bahwa kondisi global memberikan pengaruh yang cukup signifikan, khususnya terkait arah kebijakan suku bunga global, volatilitas pasar keuangan, serta dinamika geopolitik.

Menurutnya, hal tersebut berdampak pada aliran likuiditas global dan sentimen pasar, yang pada akhirnya turut memengaruhi kondisi perbankan domestik.

“Meski demikian, fundamental ekonomi domestik yang relatif terjaga menjadi penopang penting bagi kinerja perseroan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengungkapkan bahwa faktor yang paling menekan kinerja bank pelat merah pada awal 2026 adalah kompetisi dana yang tetap ketat, potensi penyempitan margin bunga bersih. 

Selain itu, lanjut dia, risiko eksternal seperti volatilitas global dan nilai tukar dapat menahan appetite ekspansi. “Jadi awal 2026 ini bukan fase krisis bagi bank BUMN, tetapi fase di mana bank yang paling efisien, paling kuat CASA-nya, dan paling disiplin mengelola risiko akan tampil paling unggul,” jelas Arianto kepada Bisnis, dikutip pada Senin (20/4/2026). 

Kuartal II/2026 Diproyeksi Rebound

Setelah pada 2025 kinerja bank pelat merah relatif melambat, kinerja pada kuartal II/2026 diproyeksikan rebound. Global Market Economist Maybank Indonesia Myrdal Gunarto memperkirakan, pertumbuhan laba bersih sektor perbankan berada pada level 7—12% secara tahunan (year on year/YoY).

“Secara keseluruhan, kuartal II/2026 kami proyeksikan sebagai kelanjutan momentum pemulihan yang sudah mulai terlihat sejak Januari—Februari 2026,” kata Myrdal kepada Bisnis, dikutip pada Senin (20/4/2026).

Dari sisi intermediasi, Myrdal memperkirakan pertumbuhan kredit akan berada pada rentang 10—15% YoY, seiring adanya penugasan pemerintah dan sinergi Danantara. 

Tidak hanya itu, diperpanjangnya penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun hingga September 2026 serta pemulihan permintaan kredit UMKM dan korporasi turut mendorong pertumbuhan kredit pada kuartal II/2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Sementara itu, laba bersih bank BUMN pada kuartal II/2026 diperkirakan tumbuh pada kisaran 8—15% YoY secara agregat, dengan kontribusi terbesar dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
1 Pelaku Penikaman Nus Kei Diduga Atlet MMA, Sekjen Golkar Minta Polisi Usut Secepatnya
• 15 jam laludisway.id
thumb
IHSG Turun ke Level 7.594, Saham Energi PTRO, HRUM hingga BIPI Melorot
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dituduh Punya 750 Dapur MBG Bikin Uya Kuya Lapor Polisi
• 16 jam laludetik.com
thumb
Labuan Bajo Fokus Perkuat Keamanan Wisata Bahari, Momentum dari Kasus Kapal Tenggelam
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gempa Magnitudo 7,4 di Jepang, KBRI Tokyo Pastikan Belum Ada WNI Terdampak
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.