FAJAR, MAKASSAR – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan menegaskan pentingnya peran Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting dalam menjaga serta memperkuat basis suara partai.
Penegasan itu disampaikan Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad, saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) Zona II di Hotel The Rinra. Kegiatan tersebut diikuti DPC PKB Kabupaten Takalar, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar.
Azhar menekankan bahwa penguatan struktur partai hingga ke tingkat bawah menjadi kunci utama. Menurutnya, PAC dan ranting merupakan ujung tombak partai karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Jangan pernah mengabaikan PAC dan ranting. Mereka yang berhadapan langsung dengan konstituen. Ketika ada persoalan di masyarakat, mereka yang pertama dihubungi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena umum dalam partai politik, di mana struktur tingkat bawah kerap hanya diperhatikan menjelang Pemilu. Padahal, peran mereka sangat strategis dalam menjaga eksistensi dan kekuatan partai secara berkelanjutan.
Azhar mengingatkan agar anggota legislatif dan pengurus partai tidak melupakan kontribusi PAC dan ranting, serta tetap melibatkan mereka dalam struktur kepengurusan di tingkat DPC.
Selain itu, PKB disebut tengah bertransformasi menjadi partai yang lebih modern dan adaptif terhadap dinamika politik ke depan. “Partai harus mampu beradaptasi. Tantangan ke depan semakin berat dan membutuhkan energi besar,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Azhar juga menyoroti posisi strategis Kota Makassar sebagai etalase kawasan Indonesia timur, serta perkembangan signifikan di Kabupaten Takalar. Namun, ia mengingatkan capaian tersebut tidak boleh membuat kader lengah.
“Partai lain juga terus bergerak. Karena itu, infrastruktur partai harus diperkuat, terutama di tingkat ranting dan PAC,” tegasnya.
Ia turut menekankan pentingnya menjaga soliditas internal partai. Menurutnya, setiap konflik harus diselesaikan secara kekeluargaan tanpa harus dibawa ke ruang publik.
“Kekuatan utama PKB adalah soliditas. Jika ada masalah, bicarakan bersama. Kita ini satu keluarga,” imbuhnya.
Sementara itu, anggota Tim Lima sekaligus Juru Bicara DPW PKB Sulsel, Wawan Mattaliu, menjelaskan bahwa proses rekrutmen calon ketua DPC dilakukan secara terbuka dan sistematis.
Ia menyebutkan, tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) bagi calon ketua DPC ditargetkan rampung hingga akhir April 2026.
“UKK tahap pertama dan kedua untuk calon ketua DPC ditargetkan selesai akhir bulan ini. Proses ini melibatkan pihak ketiga, yakni Universitas Negeri Makassar,” jelasnya.
Tahapan seleksi meliputi pemetaan kandidat oleh Tim Lima, uji kompetensi melalui fit and proper test, serta wawancara oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sebelum penetapan ketua terpilih.
Melalui Muscab ini, PKB Sulsel menargetkan terbentuknya kepengurusan yang solid dan mampu memperkuat basis partai hingga tingkat akar rumput. (wid)





