Grid.ID - Keterlibatan Joshua Suherman di film Sekawan Limo 2: Gunung Klawih mencuri perhatian publik. Ia hadir bukan hanya sebagai pemain baru, tetapi juga sebagai komedi konsultan.
Peran ganda tersebut membuat Joshua sempat merasa ragu saat pertama kali ditawari bergabung. Ia bahkan mengaku butuh waktu untuk mempertimbangkan keputusan tersebut.
“Jujur aku sempat mikir, bisa nggak ya aku keep up sama teman-teman,” ujar Joshua Suherman saat konferensi pers teaser dan poster Film Sekawan Limo 2, Metropole XXI, Senin (20/4/2026).
Film pertama Sekawan Limo diketahui sukses besar dengan jutaan penonton. Hal itu membuat Joshua merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kualitas komedi.
Sebagai wajah baru di Sekawan Limo universe, Joshua harus menyesuaikan diri dengan gaya humor yang sudah terbentuk. Ia tak ingin kehadirannya justru mengganggu kekuatan cerita yang sudah ada.
Namun, rasa cemas itu perlahan hilang setelah ia menjalani proses reading bersama para pemain. Suasana kerja yang hangat membuatnya lebih percaya diri.
“Begitu reading, lihat ensemble cast-nya, aku jadi lebih tenang,” jelasnya.
Tak hanya berakting, Joshua juga bertugas sebagai komedi konsultan dalam film ini. Meski begitu, ia menyebut pekerjaannya terasa ringan karena para pemain sudah sangat lucu.
“Sebenernya aku cuma konsultan aja, mereka udah lucu-lucu banget,” katanya.
Joshua juga memuji Bayu Skak sebagai sutradara yang terbuka terhadap ide. Hal ini membuat proses kreatif berjalan lebih fleksibel dan menyenangkan.
Di film ini, Joshua memerankan karakter baru yang belum pernah muncul sebelumnya. Karakter tersebut menjadi bagian dari pengembangan cerita yang lebih segar.
Selain Joshua, film ini juga menghadirkan wajah baru seperti Gisella Anastasia, Elsa Japasal, dan masih banyak lagi. Kehadiran mereka disebut menambah warna dalam dinamika cerita.
Sekawan Limo 2 mengusung tema berbeda dari film pertama. Jika sebelumnya tentang berdamai dengan masa lalu, kini fokus pada fenomena jalan pintas dalam hidup.
Film ini tetap mempertahankan komedi khas Jawa Timuran yang menghibur. Namun, pesan moral yang disampaikan diklaim lebih dalam dan relevan dengan kondisi saat ini.
Joshua berharap kehadirannya bisa memberikan kontribusi positif. Ia juga ingin tetap menjaga ciri khas humor yang sudah melekat di film ini. (*)
Artikel Asli



