Makassar (ANTARA) - Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan penuh dalam melayani keberangkatan jamaah calon haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan menghadirkan layanan "Mecca Route" perdana
"Kesiapan layanan ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan alur pelayanan jamaah, penyiapan fasilitas pendukung, hingga dukungan personel operasional," kata General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha di Makassar, Senin.
Layanan "Mecca Route" merupakan fasilitas khusus yang memungkinkan jamaah menyelesaikan proses imigrasi Arab Saudi di bandara asal.
Dengan demikian, lanjut dia, setibanya di Arab Saudi, jamaah tidak perlu lagi melalui pemeriksaan imigrasi sehingga waktu kedatangan menjadi lebih efisien.
Dia mengatakan hal itu untuk memastikan proses keberangkatan berjalan aman, tertib, dan lancar pada musim haji tahun ini.
Menurut dia, pihak bandara menyiapkan tujuh konter Mecca Route untuk mendukung proses pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan sebelum keberangkatan.
Selain itu, Bandara Sultan Hasanuddin juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang seperti area holding jamaah, "boarding lounge" serta sarana ibadah guna meningkatkan kenyamanan selama proses keberangkatan.
Dari sisi keamanan, Ruly mengatakan sebanyak 33 personel Airport Security ditugaskan di Asrama Haji Makassar untuk melakukan pemeriksaan bagasi tercatat, mencegah masuknya barang terlarang, serta memastikan seluruh prosedur keamanan penerbangan terpenuhi.
Penerbangan perdana jamaah haji dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/4) dini hari dengan rute Makassar menuju Madinah, yang turut menandai dimulainya operasional embarkasi haji tahun ini.
Menurut dia, seluruh kesiapan telah dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, mulai dari alur keberangkatan, fasilitas, hingga dukungan personel, dengan melibatkan kementerian terkait, maskapai, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Kehadiran layanan Mecca Route menjadi nilai tambah dalam pelayanan haji tahun ini karena memberikan kemudahan bagi jemaah untuk langsung melanjutkan rangkaian ibadah setibanya di Arab Saudi," ujarnya.
"Kesiapan layanan ini dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengaturan alur pelayanan jamaah, penyiapan fasilitas pendukung, hingga dukungan personel operasional," kata General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha di Makassar, Senin.
Layanan "Mecca Route" merupakan fasilitas khusus yang memungkinkan jamaah menyelesaikan proses imigrasi Arab Saudi di bandara asal.
Dengan demikian, lanjut dia, setibanya di Arab Saudi, jamaah tidak perlu lagi melalui pemeriksaan imigrasi sehingga waktu kedatangan menjadi lebih efisien.
Dia mengatakan hal itu untuk memastikan proses keberangkatan berjalan aman, tertib, dan lancar pada musim haji tahun ini.
Menurut dia, pihak bandara menyiapkan tujuh konter Mecca Route untuk mendukung proses pemeriksaan dokumen keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan sebelum keberangkatan.
Selain itu, Bandara Sultan Hasanuddin juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang seperti area holding jamaah, "boarding lounge" serta sarana ibadah guna meningkatkan kenyamanan selama proses keberangkatan.
Dari sisi keamanan, Ruly mengatakan sebanyak 33 personel Airport Security ditugaskan di Asrama Haji Makassar untuk melakukan pemeriksaan bagasi tercatat, mencegah masuknya barang terlarang, serta memastikan seluruh prosedur keamanan penerbangan terpenuhi.
Penerbangan perdana jamaah haji dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/4) dini hari dengan rute Makassar menuju Madinah, yang turut menandai dimulainya operasional embarkasi haji tahun ini.
Menurut dia, seluruh kesiapan telah dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, mulai dari alur keberangkatan, fasilitas, hingga dukungan personel, dengan melibatkan kementerian terkait, maskapai, dan pemangku kepentingan lainnya.
"Kehadiran layanan Mecca Route menjadi nilai tambah dalam pelayanan haji tahun ini karena memberikan kemudahan bagi jemaah untuk langsung melanjutkan rangkaian ibadah setibanya di Arab Saudi," ujarnya.





