BMKG Prediksi Hujan Masih Turun Tak Merata, Ini Daerah yang Perlu Waspada

kompas.tv
4 jam lalu
Cover Berita
Sebuah mobil melaju sementara pejalan kaki berjalan di tengah badai hujan di Athena, Rabu, 21 Januari 2026, ketika gelombang cuaca buruk membawa hujan lebat, badai petir, salju, dan angin kencang di seluruh negeri. (Sumber: AP Photo/Petros Giannakouris)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peralihan musim di Indonesia belum menghadirkan cuaca yang benar-benar stabil.

Di tengah tanda-tanda awal menuju kemarau, hujan justru masih kerap turun secara tiba-tiba dengan intensitas yang tidak merata. 

BMKG memprediksi, dalam sepekan ke depan potensi hujan masih terjadi di berbagai wilayah, terutama pada siang hingga malam hari, dengan karakter lokal namun bisa cukup intens.

Dalam catatan BMKG, selama periode 16–19 April 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. 

Baca Juga: Peringatan Dini BMKG Jabodetabek 21–22 April 2026: Bogor Berstatus Awas Hujan Ekstrem

Bahkan, beberapa daerah mencatat curah hujan kategori lebat hingga ekstrem. 

Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan curah hujan tertinggi mencapai 153,4 mm per hari, diikuti Jawa Barat sebesar 146,4 mm per hari.

Sumatra Barat mencatat 134,8 mm per hari, Sumatra Utara 121,0 mm per hari, Jawa Tengah 64,0 mm per hari, serta Banten 50,0 mm per hari.

Kondisi ini menunjukkan, meskipun Indonesia mulai memasuki fase transisi musim, potensi hujan deras belum sepenuhnya mereda. 

Pola hujan yang terjadi cenderung tidak merata dan bersifat lokal, sehingga dalam satu wilayah bisa terjadi hujan lebat, sementara wilayah lain relatif cerah.

BMKG menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang masih aktif. 

Aktivitas gelombang atmosfer seperti Rossby Ekuatorial dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan hujan. 

Selain itu, keberadaan bibit siklon tropis 92S di Samudra Hindia barat daya Lampung turut memperkuat kondisi cuaca di wilayah sekitarnya.

Sejumlah sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan barat Aceh, Kalimantan Barat, Laut Banda hingga Laut Arafuru, serta perairan utara Papua. 

Sistem ini membentuk daerah pertemuan angin atau konvergensi dan konfluensi yang memanjang, sehingga meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan di wilayah yang dilintasi.

Baca Juga: BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca 21–22 April 2026: Sejumlah Wilayah Siaga Hujan Lebat

Dari sisi lokal, pemanasan permukaan pada siang hari yang cukup kuat serta kelembapan udara yang masih tinggi di lapisan bawah atmosfer turut mendukung pembentukan awan konvektif. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • BMKG
  • prakiraan cuaca BMKG
  • potensi hujan sepekan
  • hujan tidak merata
  • cuaca Indonesia
  • pancaroba
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kim Jong Un Awasi Uji Coba Rudal Balistik Taktis Korea Utara
• 2 jam laludetik.com
thumb
Enam Desa Terendam, Puluhan Warga Cigudeg Bogor Dievakuasi
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Banjir Rob Rendam Permukiman, Warga Demak Bertahan di Tengah Genangan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Industri Sawit Nasional Hadapi Tantangan Traceability, Ini Kata Pakar
• 2 jam laluviva.co.id
thumb
Fathan Subchi Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Melalui Halal Bihalal PDBN
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.