Bhayangkara FC Ungkap Dugaan Ucapan Rasis di Balik Tendangan Kungfu Fadly Alberto

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Petinggi Bhayangkara FC, Sumardji, akhirnya membongkar versi internal terkait aksi brutal yang melibatkan pemain mudanya Fadly Alberto Hengga. Ia menyebut ada pemicunya, meski tak membenarkan aksi tendangan kungfu tersebut.

Laga panas melawan Dewa United U-20 di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4/2026), berubah jadi panggung kekacauan. Ketegangan yang semula hanya adu argumen tiba-tiba meledak jadi aksi kekerasan yang tak terkendali.

BACA JUGA: Heboh Tendangan Kungfu Fadly Alberto, Komisi X Sorot Pembinaan Karakter Pemain Bola

Sorotan utama tertuju pada Fadly. Tanpa peringatan, ia berlari kencang dari sisi lapangan dan meluncurkan tendangan keras ala bela diri yang menghantam tubuh pemain lawan. Aksi nekat itu sontak memicu keributan massal di lapangan.

Belum reda, situasi makin memburuk. Seorang anggota staf pelatih Bhayangkara FC U-20 ikut tersulut emosi dan terlibat kontak fisik, membuat suasana makin liar dan sulit dikendalikan.

BACA JUGA: Heboh Tendangan Kungfu Fadly Alberto, Nova Arianto Siapkan Sanksi Tegas

Sumardji mengaku kecewa dengan aksi pemainnya itu. Meski diselimuti emosi, sudah seharusnya tidak melakukan aksi demikian. 

"Apalagi keributan sampai dengan menendang seperti itu. Itu nggak boleh, ya. Saya sebenarnya sangat, benar-benar saya sangat kecewa ya dengan adanya kejadian itu," ucap Sumardji.

BACA JUGA: Sepakan Keras Fadly Alberto Hengga Antar Timnas U-17 Indonesia Ukir Sejarah di Piala Dunia 2025

Di balik aksinya itu, ia enyebut ada rangkaian pemicu yang memperkeruh suasana. Sumardji menyoroti keputusan perangkat pertandingan yang dianggap keliru karena meloloskan gol berbau offside.

"Dari laporan ya, dan setelah saya lihat di video, diawali dari perangkat pertandingan yang tidak profesional menjalankan tugas. Semestinya, harusnya offside, kelihatan sekali jauh dua pemain di belakang, tapi tidak di-offside dan akhirnya gol. Itu kan berawal dari situ. Setelah itu terjadi keributan kecil, protes-protes dan bisa diredam," sambung Sumardji.

Keputusan tersebut memancing protes keras hingga tensi pertandingan memanas. Dari komunikasinya langsung dengan Fadly, terungkap adanya provokasi verbal yang diduga bernada hinaan dari area bangku cadangan. Hal itulah yang disebut menjadi titik puncak emosi sang pemain hingga kehilangan kendali.

"Tetapi menurut Berto, kan saya telpon Berto. Ada dari bench itu teriakan, 'Berto h**am, Berto m***et'. Nah, di situlah Berto akhirnya naik darah marah dan dia melakukan tendangan itu," ungkapnya. 

Meski begitu, Sumardji menegaskan tidak ada pembenaran atas tindakan brutal tersebut. Ia menyebut insiden ini sebagai pelajaran pahit yang mencoreng semangat sportivitas di level pembinaan.

"Tapi apapun saya bilang, itu tidak dibenarkan dan itu tidak boleh dilakukan. Ya, itu tidak boleh dilakukan," katanya. (dkk/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Muhammad Amjad


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kadis KPKP DKI Akui Sulit Musnahkan Ikan Sapu-Sapu Satu Per Satu
• 22 jam laludetik.com
thumb
Sarolangun Percepat Vaksinasi Ternak Jelang Iduladha 2026
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
AS Kerahkan Robot untuk Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Begini Cara Membersihkan Nama di SLIK OJK Secara Legal
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bahlil: Stok LPG Subsidi Aman, Kenaikan Hanya Terjadi pada Non-Subsidi
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.