JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia memastikan, pasokan LPG subsidi 3 kilogram (kg) dalam kondisi aman dan tidak mengalami kenaikan harga di tengah isu kelangkaan dan lonjakan harga di masyarakat.
Bahlil menegaskan, LPG 3 kg sebagai barang bersubsidi dijamin ketersediaannya dengan stok di atas standar minimum nasional.
“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4).
Ia menjelaskan, perbedaan harga terjadi karena adanya dua kategori LPG, yakni subsidi dan non-subsidi.
LPG di atas 3 kg, seperti 5,5 kg dan 12 kg merupakan produk non-subsidi yang harganya mengikuti mekanisme pasar.
Baca Juga: LPG 12 Kg dan 5,5 Kg Naik Serentak, Ini Rincian Harganya
LPG non-subsidi umumnya digunakan oleh sektor industri, restoran, dan hotel, sehingga tidak termasuk dalam skema perlindungan harga oleh pemerintah.
“Yang bisa kita jamin harganya tidak naik itu adalah yang bersubsidi. Sementara yang tidak bersubsidi itu menyesuaikan dengan harga pasar,” ujarnya.
Terkait isu kelangkaan, ia menegaskan kondisi stok nasional masih dalam batas aman.
“Kalau dibilang langka, saya pikir laporan dari kami stoknya di atas 10 hari, di atas standar minimum nasional. Berarti sebenarnya stoknya aman,” tuturnya.
Baca Juga: RI Temukan Blok Migas Raksasa di Kaltim, Bahlil: Kunci Swasembada Energi 2030
Bahlil juga menekankan pentingnya penggunaan BBM dan LPG subsidi secara tepat sasaran, agar tidak disalahgunakan oleh masyarakat yang tidak berhak.
“BBM subsidi itu untuk saudara-saudara kita yang berhak. Jangan sampai yang tidak berhak justru mengambil hak mereka,” ucapnya.
Harga LPG 12 Kg dan 5,5 Kg NaikPenulis : Dina Karina Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- stok lpg 3 kg
- lpg 12 kg naik
- harga lpg 5 kg
- bahlil lahadalia
- gas lpg nonsubsidi
- subsidi lpg





