Mantan Presiden Joko Widodo memberikan respons singkat terkait pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang menyinggung peran besarnya di balik perjalanan politik Jokowi hingga menjadi Presiden ke-7 RI. Menanggapi klaim tersebut, Jokowi memilih bersikap rendah hati.
Ditemui di kediamannya di Surakarta, Jawa Tengah, Jokowi enggan menanggapi lebih jauh kritik JK yang menyebut kondisi negara terancam di bawah kepemimpinannya. Jokowi menegaskan bahwa penilaian mengenai kinerjanya merupakan hak masyarakat.
"Yang menilai bukan saya," ujar Jokowi singkat saat dimintai tanggapan oleh awak media.
Terkait klaim JK sebagai sosok yang membawanya ke kancah politik nasional, Jokowi hanya menjawab dengan pernyataan pendek. "Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung," tuturnya.
Baca juga:
JK Doakan Pemfitnah Dirinya Diampuni Allah
Kekesalan Jusuf Kalla
Sebelumnya, Jusuf Kalla mengungkapkan kekesalannya atas tudingan bahwa dirinya mendanai kasus hukum terkait dugaan ijazah palsu Jokowi. JK merasa dituduh secara tidak berdasar dengan aliran dana sebesar Rp5 miliar kepada pihak tertentu.
"Jadi saya marah. Kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp5 M. Mana saya kasih Rp5 M, ketemu saja tidak tahu saya. Kenal pun tidak," tegas JK.
Di tengah pembelaannya, JK mengungkit kembali sejarah politik Jokowi. Ia mengaku sebagai sosok yang memboyong Jokowi dari Solo ke Jakarta untuk bertarung dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta melalui lobi ke Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya ke Ibu Mega (bilang) 'Ibu, ini calon baik orang PDIP'. Akhirnya beliau setuju, jadilah gubernur. Jokowi jadi Presiden karena saya. Kan tanpa gubernur mana bisa jadi (Presiden)," jelas Jusuf Kalla.




