BNPB Percepat Pembangunan 103 Huntap Tapanuli Utara, Rampung Mei 2026

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Tapanuli Utara: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pembangunan 103 unit hunian tetap (huntap) di Desa Dolok Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, masuk tahap akhir. Sebanyak 70 unit hunian pada tahap awal ditargetkan rampung 100 persen dan siap ditempati oleh para pengungsi korban banjir bandang dan longsor pada Mei 2026 mendatang.

"Sudah ada calon penghuninya. Ini yang tahap awal ada 70 (unit), insyaallah di bulan Mei 2026 sudah jadi 100 persen dan bisa segera bisa ditempati. Saat ini, 33 unit rumah berikutnya juga sudah mulai dibangun sebagai kelanjutan tahap kedua," ujar Kepala BNPB Suharyanto melalui keterangan video, Senin, 20 April 2026.
 

Baca Juga :

Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis pada Juni 2026

Pembangunan huntap ini merupakan hasil kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Setiap unit hunian dirancang memiliki dua kamar tidur, satu kamar mandi, serta dapur yang terintegrasi dengan area cuci. Keunggulan utama hunian ini adalah lokasinya yang aman dari risiko banjir dan longsor, serta konstruksi yang didesain tahan gempa dengan material bata merah dan fondasi batu kali yang diperkuat tulangan besi.

Suharyanto menegaskan bahwa percepatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam masa transisi menuju pemulihan pascabencana yang melanda kawasan Sumatra pada November tahun lalu. Kehadiran huntap tersebut memastikan warga terdampak segera mendapatkan kediaman permanen yang layak.

"Ini adalah wujud bahwa penanganan bencana Sumatra tentu terus bergerak maju ke depan. Seluruh daerah, khususnya Tapanuli Utara, sekarang masuk tahap proses transisi menuju pemulihan, jadi tidak ada lagi masyarakat yang tidak tertangani," imbuh Suharyanto.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pembangunan 103 unit hunian tetap (huntap) di Desa Dolok Nauli, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, masuk tahap akhir. Foto: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Saat ini, warga terdampak masih menetap sementara di rumah kerabat dan mendapatkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga setiap bulannya. BNPB menargetkan seluruh proses relokasi tuntas pada Juni mendatang agar kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat dapat kembali normal tanpa bergantung lagi pada dana bantuan hunian sementara.

"Kita harapkan pada bulan Juni mendatang seluruh warga sudah bisa pindah ke hunian tetap ini, sehingga pemberian DTH tidak perlu diperpanjang lagi," ujar dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aspirasi Reses DPRD Makassar Jadi Arah Pembangunan, Wali Kota Tekankan Program Tepat Sasaran
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Rp 22 Miliar Dialokasikan untuk Petugas Kebersihan Masjid Al Jabbar, Ini Penjelasan KDM
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dibekuk Man City 2-1, Arsenal Terancam Gagal Juara Premier League?
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
KPPU Proses Aduan Asosiasi Logistik E-commerce soal Dugaan TikTok Shop Monopoli
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
15 Rumah Rusak Dihantam Gelombang Laut di Sulteng
• 16 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.