REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang memenangkan ASEAN Energy Awards 2025 kategori ASEAN Energy Efficiency and Conservation Best Practices Awards-Green Building (Large Category). Acara tersebut dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia, baru-baru ini.
General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menyambut raihan penghargaan tersebut. Menurutnya, hal itu merupakan pengakuan tertinggi di kawasan Asia Tenggara terhadap inovasi, efisiensi, dan pengelolaan energi terbarukan, serta penerapan teknologi berkelanjutan.
Baca Juga
Jalan Gombel Lama Semarang Ditutup, Lalu Lintas Dialihkan ke Dua Arah
Kemarau Diprediksi Hingga September, Pemkot Semarang Siapkan Bantuan 1 Juta Liter Air Bersih
Ratusan Mahasiswa Semarang Demo Desak Kasus Andrie Yunus Dibawa ke Peradilan Umum
"Keberhasilan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang tidak terlepas dari komitmen dalam mengusung konsep eco-airport, dengan mengedepankan efisiensi energi dan konservasi lingkungan dalam operasional bandara," ungkap Sulistyo. Dia menjelaskan, Bandara Ahmad Yani Semarang telah mengimplementasikan berbagai inisiatif. Mulai dari optimalisasi penggunaan energi, pemanfaatan pencahayaan alami, hingga pengelolaan bangunan yang berorientasi ramah lingkungan. .rec-desc {padding: 7px !important;} Sementara inisiatif efisiensi energi yang telah diterapkan antara lain penggunaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), lampu LED, dan materi ramah lingkungan. Bandara Ahmad Yani Semarang juga telah memanfaatkan fitur sleep mode pada lift, elevator, dan travelator. PLTS berkapasitas 100 kWp dipasang di atap kanopi area parkir gedung administrasi dan atap gedung Main Power House (MPH). PLTS mampu menyuplai kebutuhan listrik Gedung Administrasi Bandara Ahmad Yani. “Berdasarkan data yang kami himpun, selama tahun 2025 PLTS berkapasitas 100 kilowatt-peak (kWp) menghasilkan energi sebesar 132.930 kWh yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pasokan listrik,” kata Sulistyo.