Waduk Rawa Malang Jakut Dinilai Tak Terawat, Sudin SDA: Dalam Masa Pemeliharaan

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Utara, Heria Suwandi, menyampaikan, Waduk Rawa Malang di Semper Timur, Cilincing, masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Dinas SDA.

Hal itu ia sampaikan menanggapi keluhan warga mengenai kondisi waduk tersebut yang dinilai tak terawat.

"Waduk terawat dengan baik oleh pihak ketiga, penyedia jasa yang berkontrak dengan Dinas SDA, karena masih dalam masa pemeliharaan," jelasnya kepada Kompas.com pada Senin (20/4/2026).

Baca juga: Pura-pura Kehabisan Bensin di Tengah Jalan Gatot Subroto, Pemotor Ditegur Polisi

Meski demikian, ia mengakui kawasan waduk kerap menjadi sasaran pencurian serta lokasi tawuran warga.

"Hanya saja di waduk tersebut merupakan daerah rawan pencurian sarana pendukung waduk, berupa pagar besi, kabel-kabel, lampu penerangan dan juga menjadi tempat tawuran warga dengan sajam," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya telah beberapa kali melakukan perbaikan fasilitas, namun kerusakan kembali terjadi.

"Mengingat keterbatasan personel maka kami juga dibantu oleh kelurahan atau kecamatan,” ucapnya.

Heria menyebut, setelah masa pemeliharaan oleh pihak ketiga selesai, pengelolaan waduk akan dilanjutkan oleh pemerintah.

Sebelumnya diberitakan, warga mengeluhkan Waduk Rawa Malang di Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, tidak terawat dan tercemar limbah.

Baca juga: Seluruh Titik Banjir di Jakarta Sudah Surut Senin Malam

Saddam, warga Kampung Rawa Malang sekaligus pengurus RT 09 RW 10 Semper Timur mengatakan, waduk yang dibangun pada tahun 2024 saat ini tidak pernah dibersihkan petugas Dinas Sumber Daya Air DKI.

"Kondisi yang lihat sendiri lah seperti ini agak kurang terawat. Istilahnya karena petugasnya nih enggak ada nih kalau untuk petugas perawatan, petugas yang SDA-nya itu hanya di rumah pompa saja," ucap Saddam kepada Kompas.com pada Senin (20/4/2026).

Menurut dia, kondisi waduk juga dipengaruhi adanya aliran kotoran dari saluran di sekitar lokasi.

"Ada aliran dari samping sana (pemukiman warga) jadi kayak ada sisa-sisa kotoran gitu ataupun saluran-saluran got yang masuk ke waduk sini,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat warga enggan beraktivitas jogging berkeliling di Waduk Rawa Malang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sementara itu, warga lainnya, Andin (bukan nama sebenarnya) menyebut, limbah yang berada di salah satu titim waduk tersebut merupakan limbah kotoran ternak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR dan Pemerintah Sepakat RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Disahkan pada Rapat Paripurna Besok
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Bantai NEC 5-1, AZ Alkmaar Juara KNVB Cup 2025/2026
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Emas Antam Anjlok Rp44.000 per Gram pada Senin Pagi, Buyback Ikut Turun
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Persijap Kian Benamkan Semen Padang ke Zona Merah, Mario Lemos Ungkap Kunci Lumpuhkan Kabau Sirah
• 9 jam lalubola.com
thumb
Bantu Masyarakat Hadapi Lonjakan Biaya Kesehatan, Allianz Life Luncurkan Produk Terbaru
• 17 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.