Air PAM di Rusun KS Tubun Palmerah Mati sejak Senin Pagi, Warga Kesulitan Buang Air

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Rumah Susun (Rusun) KS Tubun, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, mengeluhkan pasokan air PAM yang mati sejak pagi hingga malam hari pada Senin (20/4/2026).

Salah satu warga rusun, Ani (40), mengatakan, air dari PAM dilaporkan sudah tidak mengalir sejak pukul 08.00 WIB dan belum mengalir sampai Senin malam.

"Matinya air mengganggu aktivitas sehari-hari. Kami kesulitan saat buang air," ujar Ani lewat keterangan tertulis yang dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Senin malam.

Baca juga: Waduk Rawa Malang Jakut Dinilai Tak Terawat, Sudin SDA: Dalam Masa Pemeliharaan

Ani menjelaskan, pengelola rusun sebelumnya sempat memberikan informasi bahwa air akan kembali mengalir pada pukul 14.00 WIB.

Namun, jadwal tersebut mundur menjadi pukul 18.00 WIB.

"Sampai malam hari, air tetap belum tersedia," tutur Ani.

Tak ada pemberitahuan air mati

Ani juga mengungkapkan, baik pengelola rusun maupun PAM Jaya tidak memberikan pemberitahuan sebelumnya terkait penghentian aliran air. Akibatnya, warga tidak sempat menampung cadangan air.

Kondisi tersebut membuat sejumlah warga kesulitan memenuhi kebutuhan sanitasi. Sebagian bahkan terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan buang air.

Baca juga: Pansus Perparkiran DKI Soroti Tarif Parkir Valet di Jakarta, Ada yang Capai Rp 250.000

“Bahkan air galon isi ulang juga habis di penjual,” tutur Ani.

Sementara itu, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, menyebut tidak ada kendala pasokan air dari pihaknya ke Rusun KS Tubun.

Ia mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola rusun terkait kondisi tersebut.

"Informasi yang kami dapat bahwa sedang dilakukan pengurasan ground water tank di sana," ujar Gatra saat dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Senin.

Sebagai bentuk bantuan, PAM Jaya menurunkan lima mobil tangki untuk membantu pengisian kembali tandon air tersebut.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Bantuan itu juga bertujuan membantu proses pengaliran air dari bagian bawah reservoir agar bisa naik ke atas.

Gatra menambahkan, berdasarkan komunikasi dengan pengelola, gangguan terjadi akibat proses pengurasan reservoir air yang merupakan kewenangan pengelola rusun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Maling Sewa Mobil Pak RT di Depok buat Curi Uang Kotak Amal Masjid
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pengembangan Bioetanol Nasional Dipercepat, BKPM Gandeng Toyota Bangun Pabrik di Lampung
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Tito Karnavian Saluran Bantuan di Bener Meriah, Ketahanan Sosial Menguat
• 20 jam laludetik.com
thumb
JK Kumpulkan Tokoh Perdamaian Poso-Ambon: Dengar Ini, Ade Armando
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Berpacaran dengan Cinta Brian, Gisel Akui Miliki Rencana ke Jenjang Lebih Serius
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.