Kabupaten Bogor: Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus mengintensifkan pemeriksaan kesehatan jemaah calon haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemeriksaan tersebut telah mencakup seluruh kuota jemaah yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Fusia Meidiawaty mengatakan capaian tersebut menunjukkan tingginya kesadaran calon haji dalam menjaga kondisi kesehatan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
“Capaian ini mencerminkan sinergi yang baik antara petugas kesehatan dan jemaah. Kami terus mendorong agar seluruh jemaah memenuhi syarat istithaah kesehatan demi kelancaran dalam menjalankan ibadah haji,” ujar Fusia, dilansir dari Antara, Senin, 20 April 2026.
Baca Juga :
Kabupaten Bogor Berangkatkan 2.405 Calon Haji 2026Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dari total kuota jemaah haji sebanyak 2.504 orang, tercatat sebanyak 3.802 data pemeriksaan kesehatan telah masuk dalam sistem Siskohatkes. "Data tersebut mencakup jemaah haji reguler maupun jemaah haji khusus," katanya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.146 calon haji telah menyelesaikan seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan. Capaian pemeriksaan kesehatan jemaah asal Kabupaten Bogor mencapai 2.853 orang atau sebesar 116,6 persen dari kuota.
Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama calon haji asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat. ANTARA/M Fikri Setiawan
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga melayani pemeriksaan terhadap 293 calon haji asal luar Kabupaten Bogor atau sekitar 12 persen dari total layanan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan.
Dalam aspek kelayakan kesehatan, sebanyak 3.134 calon haji atau 128,1 persen telah dinyatakan memenuhi kriteria istithaah kesehatan atau layak secara kesehatan untuk menunaikan ibadah haji.
Sementara sekitar 0,5 persen jemaah dinyatakan belum memenuhi kriteria istithaah kesehatan. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyakit kronis sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut sebelum keberangkatan.
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan, pembinaan, dan pelayanan kesehatan secara berkelanjutan agar seluruh jemaah calon haji dapat berangkat dalam kondisi sehat dan prima. Menurut Fusia, kesiapan fisik dan mental menjadi faktor penting agar jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman, lancar, dan khusyuk.




