Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh Hingga 6 Persen di Tengah Ketegangan Global

pantau.com
17 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh 5,4 hingga 6 persen pada tahun 2026 meskipun di tengah ketegangan global.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia.

Menkeu menegaskan bahwa optimisme itu didasarkan pada fondasi ekonomi nasional yang dinilai solid.

Dalam kegiatan IMFC Restricted Breakfast Meeting, ia mengungkapkan, "ekonomi Indonesia tetap tangguh dibanding banyak negara lain yang mengalami perlambatan."

Kinerja Ekonomi dan Faktor Pendukung

Pada tahun 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,11 persen.

Stabilitas tersebut menunjukkan kondisi ekonomi domestik yang sehat dan mampu menghadapi tekanan eksternal.

Neraca perdagangan Indonesia juga mencatat surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026.

Surplus tersebut melanjutkan tren positif selama 70 bulan berturut-turut.

Kekuatan ekonomi domestik turut didukung oleh konsumsi rumah tangga yang kuat.

Selain itu, pertumbuhan yang stabil, inflasi terkendali, dan defisit fiskal yang terjaga menjadi faktor pendukung lainnya.

Rasio utang terhadap PDB yang rendah serta kebijakan hilirisasi berkelanjutan juga memperkuat struktur ekonomi nasional.

Antisipasi Risiko Global dan Strategi Pemerintah

Pemerintah tetap mewaspadai dinamika geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi global.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah memprioritaskan pembentukan bantalan fiskal.

Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga bahan bakar bersubsidi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Respons kebijakan juga dilakukan melalui efisiensi pengeluaran negara dan dorongan transformasi struktural jangka panjang.

Percepatan program hilirisasi menjadi bagian penting dari strategi tersebut.

Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas ekonomi nasional dan mendorong transformasi menuju negara berpendapatan tinggi.

Reformasi yang konsisten serta pengelolaan fiskal yang hati-hati terus dijaga untuk menghadapi ketidakpastian global.

Penguatan investasi menjadi faktor kunci dalam memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNI Berdayakan 430 Perempuan NTT Lewat Program Anyaman Lontar
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Penjualan Barang Mewah Lesu! Kekayaan Bernard Arnault Tergerus Rp856 Triliun
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Calon Jamaah Asal Jabar Siap Berangkat ke Tanah Suci, Mayoritas Perempuan
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bobby 'Sultan Kemnaker' Ungkap Noel Minta Rp1 Miliar untuk Operasional
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Gak Perlu Saldo, Bayar QRIS Kini Bisa Pakai Limit Kartu Kredit Lewat Aplikasi Honest
• 43 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.