Mendorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Global

metrotvnews.com
16 jam lalu
Cover Berita

Tangerang: Generasi muda saat ini memegang peran yang semakin krusial dalam merespons perkembangan global yang tidak menentu. Mereka dituntut untuk mampu memahami, beradaptasi, dan berkontribusi aktif dalam menjawab berbagai tantangan dunia, mulai dari ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Menjawab tantangan tersebut, Binus School Education menegaskan komitmennya dengan menjadi tuan rumah Asia-Pacific Young Leaders Convention (APYLC) 2026, yang diselenggarakan pada 20-24 April 2026 di Binus School Serpong. Forum internasional ini menjadi wadah bagi pelajar sekolah menengah atas dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk berkolaborasi, memperluas perspektif global, serta mencari solusi atas dinamika dunia saat ini.

Memasuki tahun penyelenggaraan ke-9, APYLC 2026 mempertemukan delegasi dari Binus School Education (Indonesia), Kaichi High School (Jepang), Nan Chiau High School (Singapura), dan Changshu Lunhua Senior High School (Tiongkok). Mengusung tema "Root for Change: Feeding Minds, Healing Communities, Empowering Futures", para delegasi diajak untuk membahas isu global dengan berlandaskan tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) sebagai pijakan utama, yaitu SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).


 

Baca Juga :

Ledakan Usia Muda: Penduduk Indonesia Tahun 2026 Capai 287,1 Juta Jiwa
  Generasi muda menjawab tantangan global
"Tema APYLC tahun ini mencerminkan pentingnya pendekatan yang menyeluruh dalam menjawab tantangan global. Melalui platform ini, kami ingin mendorong generasi muda untuk memahami kompleksitas lanskap global saat ini serta mengembangkan solusi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan," ujar Director of Binus School Education, Sherrierose Garcia Gonzales, dalam keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.

Ia juga berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini tidak hanya untuk belajar, tetapi juga untuk berkontribusi melalui ide dan aksi nyata. APYLC 2026 juga turut disambut oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar yang hadir sebagai pembicara utama dalam opening ceremony pada Senin, 20 April 2026.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan empati dalam menjawab tantangan global. "APYLC bukan sekadar forum, tetapi menjadi titik awal bagi generasi muda untuk mulai mengambil peran dalam membentuk masa depan yang ingin mereka wujudkan. Menjawab tantangan global juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan di dalam komunitas, agar kita dapat menciptakan dampak yang bermakna," kata dia.

Binus School Education berkomitmen untuk terus menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan global melalui pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi lintas budaya. Melalui APYLC 2026, para peserta diharapkan tidak hanya memperluas wawasan global, tetapi juga terdorong untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan dampak yang bermakna bagi masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Magnitudo 6,0 di Perairan NTT Terasa Hingga Atambua
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Kisah Haru Jemaah Haji: Tinggalkan Bayi dan Orang Tua
• 55 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Eliano Reijnders Tegaskan Persib Masih di Jalur Juara Meski Ditahan Imbang Dewa United
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Pigai Minta Pelaku Penembakan 22 Warga di Puncak Menyerahkan Diri, Jangan Sembunyi
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Berkaca dari Kisah Fadly Alberto yang Berjuang Masuk Timnas Indonesia Berujung Permintaan Maaf, Ingatkan Pesan UAH soal Peranan Orang Tua
• 13 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.