Wamenkomdigi Nezar Patria Tinjau MBG Swasta Berbasis AI

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, TANGERANG SELATAN - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria meninjau langsung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Grab–OVO yang sepenuhnya didanai oleh sektor swasta.

Melalui Command Center MBG berbasis AI, Grab–OVO memantau proses penyediaan makanan secara real-time untuk memastikan standar keamanan pangan, transparansi, dan akuntabilitas sejak dapur UMKM hingga makanan diterima di sekolah.

BACA JUGA: OVO Ungkap Ada Pergeseran Ritme Digital saat Ramadan

Nezar Patria meninjau melalui kunjungan ke sekolah penerima manfaat, mitra UMKM yang terlibat, serta operasional Command Center MBG sebagai pusat pemantauan berbasis AI.

Peninjauan ini menyoroti peran teknologi dalam mendukung tata kelola program yang lebih akuntabel, aman, dan terukur dari hulu ke hilir.

BACA JUGA: OVO Nabung: Solusi Biar Duit Enggak Bocor Halus

Grab–OVO menghadirkan MBG swasta sebagai inisiatif tanggung jawab sosial (CSR) yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk mendorong keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program strategis nasional.

Inisiatif ini menjadi contoh bagaimana sektor swasta dapat berkontribusi secara terukur dan akuntabel dalam mendukung agenda pembangunan pemerintah.

BACA JUGA: Uya Kuya Bantah Rumor Punya 750 Dapur MBG

Seluruh pendanaan program MBG Swasta sepenuhnya berasal dari dana CSR Grab–OVO serta dukungan berbagai mitra swasta yang bersifat non-profit. Program ini dirancang sebagai model kontribusi sektor swasta yang melengkapi pelaksanaan MBG oleh pemerintah, dengan fokus pada keamanan pangan, tata kelola yang akuntabel, serta dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam implementasinya, program MBG swasta dijalankan melalui kolaborasi lintas organisasi dan pemangku kepentingan. Grab–OVO telah bekerja sama dengan berbagai organisasi dan yayasan, antara lain PP Muhammadiyah, Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU), Yayasan Inklusi Pelita Bangsa (YIPB), Yayasan Benih Baik, Baja Perkasa Sentosa (Artha Graha Peduli Group), Yayasan Astra, GK Foundation, serta mitra lainnya.

Program ini juga telah dilaporkan dan dikunjungi oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,
Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Gubernur Banten, serta sejumlah kepala daerah dan pejabat kementerian terkait lainnya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Grab–OVO menghadirkan Command Center MBG, sebuah pusat pemantauan berbasis AI yang berfungsi untuk memastikan keamanan pangan dan konsistensi standar operasional. Melalui Command Center ini, tim memantau proses penyediaan makanan secara real-time, mulai dari dapur mitra UMKM hingga makanan diterima oleh sekolah.

Pendekatan ini memungkinkan potensi risiko teridentifikasi lebih dini, sekaligus mendukung respons yang cepat dan terukur.

Nezar Patria mengatakan pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik secara nyata.

"Dalam program seperti MBG, teknologi berperan penting bukan hanya untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk memperkuat pengawasan, akuntabilitas, keamanan proses, serta mitigasi risiko secara lebih dini," ujar dia dalam siaran persnya, Senin (20/4).

Dia menyebut dari peninjauan di sekolah, mitra UMKM, hingga Command Center MBG, terlihat bahwa transformasi digital dapat mendukung tata kelola program yang lebih terukur, transparan, dan terpercaya.

Pengawasan manual memiliki keterbatasan dalam menangkap dinamika operasional di lapangan. Melalui pemanfaatan teknologi dan pemantauan terpusat, program ini menghadirkan standar keamanan pangan yang lebih konsisten dan transparan.

Dengan memanfaatkan ekosistem digital Grab–OVO, termasuk sistem monitoring, audit fisik, serta pemantauan terpusat melalui Command Center, program ini memperkuat tata kelola dan standar keamanan makanan secara menyeluruh.

Sementara Tirza Munusamy selaku Chief of Public A?airs, Grab Indonesia, mengatakan bagi mereka keamanan pangan bukan sekadar standar, tetapi soal tanggung jawab terhadap masa depan anak-anak.

"Sebagai inisiatif CSR yang dijalankan oleh sektor swasta, tanggung jawab kami bukan hanya memastikan makanan tersalurkan, tetapi juga memastikan prosesnya aman, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pemanfaatan teknologi, kami ingin memastikan setiap makanan yang sampai ke tangan siswa aman, kualitasnya terjaga, dan benar-benar memberi dampak nyata bagi tumbuh kembang mereka," kata dia.

Tokoh Penggerak Disabilitas Nasional Reda Manthovani menyampaikan program MBG swasta ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif yang didukung teknologi dapat menghadirkan dampak yang lebih terukur dan berkelanjutan.

"Melalui pemanfaatan pemantauan berbasis AI, kami dapat memastikan proses penyediaan makanan berjalan dengan standar keamanan pangan yang lebih aman, berkualitas dan transparan, sekaligus memperkuat peran UMKM lokal sebagai bagian dari ekosistem. Bagi kami, inklusi berarti memastikan setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang layak dengan proses yang dapat dipercaya," kata dia. (cuy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hoaks Punya Dapur MBG, Uya Kuya Laporkan Akun Medsos


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Erick Temui Seskab Teddy, Lapor Penyederhanaan 191 Permenpora Jadi 4
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bentuk Satgas Haji, Kapolri Instruksikan Jamin Keamanan dan Pelayanan Seluruh Jemaah
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Kurniawan Minta Maaf Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF U-17
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kanwil KemenHAM DKI Tetapkan 7 Kelurahan Jadi Kampung Redam, Ini Fungsinya
• 6 jam laludetik.com
thumb
Perdana, Layanan Mecca Route Hadir di Bandara Sultan Hasanuddin
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.