ISLAMABAD, KOMPAS.TV - Serangan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) terhadap sebuah kapal kargo berbendera Iran pada Minggu (19/4/2026) di dekat Selat Hormuz, telah menimbulkan ketegangan baru di antara kedua negara.
Ketegangan ini pun membuat keraguan atas keberlanjutan perundingan damai yang rencananya akan dimediasi Pakistan, semakin mengemuka.
Meski demikian, Pakistan tetap mempersiapkan pembicaraan damai yang rencananya akan diadakan di ibu kota negara tersebut, Islamabad.
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar mengatakan ia berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (20/4/2026), untuk mendesak diplomasi berkelanjutan demi mengatasi masalah yang tertunda.
Namun pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan tidak menyebutkan apakah mereka membahas Iran akan melanjutkan pembicaraan dengan AS di Islamabad atau tidak, tetapi mereka mengatakan para pejabat sepakat untuk tetap terlibat erat ke depannya.
Baca Juga: Ribuan Warga Pakistan Peringati 40 Hari Kematian Ali Khamenei
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Wakil Presiden AS JD Vance sedang dalam perjalanan ke Pakistan. Namum belum diketahui di mana sebenarnya Vance berada.
New York Post mengutip Trump dalam sebuah wawancara yang mengeklaim Vance sedang menuju Pakistan untuk negosiasi tentang Perang Iran, bersama dengan utusan khusus, Steve Witkoff, dan Jared Kushner, yang merupakan menantu Trump.
“Mereka sedang menuju ke sana sekarang,” kata Trump.
“Mereka akan tiba malam ini,” tambahnya, seperti dikutip dari The Associated Press.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV, The Associated Press
- pembicaraan damai terancam
- perang Iran
- pembicaraan damai AS Iran
- Iran
- gencatan senjata iran as
- AS serang kapal Iran





