Pantau - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima laporan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir terkait deregulasi aturan kepemudaan dan olahraga di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin 20 April 2026.
Laporan tersebut menyebutkan sebanyak 191 Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga berhasil disederhanakan menjadi empat regulasi utama.
Erick Thohir mengungkapkan, "Sebanyak 191 Permenpora berhasil disederhanakan menjadi hanya empat. Melalui metode omnibus, sekitar 60 persen ketentuan juga dipangkas, dari 1.500 pasal menjadi 600 pasal."
Penyederhanaan dilakukan melalui metode omnibus untuk merampingkan aturan yang sebelumnya dinilai tumpang tindih.
Penyederhanaan Regulasi Kepemudaan dan OlahragaLangkah deregulasi ini merupakan strategi Kemenpora dalam memangkas birokrasi agar lebih efisien dan tidak berbelit.
Erick Thohir menyatakan, "Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, langkah ini menjadi bagian dari reformasi birokrasi agar regulasi tidak lagi tumpang tindih."
Empat pilar regulasi baru hasil penyederhanaan mencakup pelayanan kepemudaan, pembudayaan olahraga, pembinaan prestasi olahraga, serta pengaturan industri olahraga dalam satu kerangka hukum terpadu.
Dampak dan Target ReformasiDeregulasi ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja Kemenpora dalam pelayanan publik secara lebih transparan dan akuntabel.
Pemangkasan aturan juga ditujukan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan di sektor olahraga nasional.
Langkah ini ditargetkan dapat mendukung peningkatan prestasi atlet Indonesia di berbagai ajang internasional.
Reformasi regulasi tersebut juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan industri olahraga serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Aturan yang lebih sederhana diharapkan meningkatkan kontribusi ekonomi sektor olahraga bagi negara.




