Jakarta, VIVA – Banyak orang berpikir menjadi miliarder hanya soal keberuntungan atau keturunan. Pendiri Microsoft sekaligus tokoh yang berada di jajaran orang terkaya di dunia, Bill Gates, mengungkap kunci kesuksesannya membangun kerajaan bisnis dengan prinsip sederhana yang bisa ditiru siapa saja.
Gates menegaskan, pundi-pundi cuan yang ia kumpulkan merupakan hasil dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam jangka panjang. Tanpa harus bergantung pada gelar akademis, ia menilai rasa ingin tahu yang tinggi serta disiplin dalam mengelola keuangan menjadi fondasi utama untuk membangun kekayaan.
Melansir dari AOL pada Senin, 20 April 2026, berikut tiga kunci utama untuk yang dilakukan Gates untuk 'ternak uang hingga menjadi miliarder. Scroll ke bawah untuk informasi lengkapnya, ya!
1. Kuasai Keterampilan yang Relevan
- IstockPhoto
Gates dikenal sebagai pembelajar seumur hidup. Ia rutin membaca buku dan terus mengasah pemahaman terhadap berbagai hal, mulai dari teknologi hingga ilmu pengetahuan.
“Membaca masih menjadi cara utama bagi saya untuk mempelajari hal baru dan menguji pemahaman,” ujar Gates.
Menurut Gates, pentingnya memiliki keterampilan (skill) yang bernilai jangka panjang, seperti menulis, berpikir kritis, hingga kemampuan memecahkan masalah kompleks. Gates menilai keterampilan ini akan terus relevan dan bisa meningkatkan nilai diri di masa depan.
2. Hemat saat Aman dan Berani Mengambil Peluang
Dalam mengelola keuangan, Gates memiliki prinsip unik yakni berhati-hati saat menyimpan uang, tetapi berani saat berinvestasi. "Menabunglah seperti orang pesimis, tapi berinvestasilah seperti orang optimis,” ungkapnya.
Gates mencontohkan, ia pernah memastikan Microsoft memiliki cadangan kas yang cukup untuk bertahan selama 12 bulan tanpa pemasukan. Namun di sisi lain, ia tetap berani berinvestasi pada inovasi besar seperti internet, perangkat lunak, dan energi bersih jauh sebelum menjadi tren.
3. Mampu Membedakan antara Sibuk dan Produktif
- PK HYPE
Pandangan Gates tentang produktivitas juga berubah setelah belajar dari investor legendaris Warren Buffett. Ia mengaku dulu menganggap jadwal padat sebagai tanda kesuksesan.
Namun setelah melihat cara kerja Buffett yang lebih santai, Gates menyadari bahwa kesibukan tidak selalu berarti efektif. “Bukan berarti Anda serius hanya karena setiap menit dalam jadwal Anda terisi,” ujarnya.





