Tiga Hari Hilang, Tim SAR Intensif Cari Dua Bocah Hanyut di Padang

tvrinews.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Tio Furqan Pratama

TVRINews, Padang

Tim SAR Gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap dua orang bocah yang dilaporkan hanyut terseret arus di Pantai Ulak Karang, Kota Padang. Hingga memasuki hari ketiga pencarian (H3) pada Senin, 20 April 2026, keberadaan kedua korban belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, menyampaikan bahwa operasi SAR hari ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur dengan membagi tim menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

"Hari ini tim melakukan penyisiran dengan luas area pencarian mencapai 6 Nautical Miles (NM). Kami membagi kekuatan menjadi empat SRU guna memaksimalkan penyisiran di titik-titik koordinat yang telah ditentukan," ujar Abdul Malik.

Peristiwa naas tersebut bermula pada Sabtu, 18 April 2026, sekitar pukul 10.00 WIB. Korban atas nama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), keduanya warga Gunung Pangilun, tengah mandi-mandi di Pantai Ulak Karang bersama teman-temannya. Namun, sekitar pukul 12.00 WIB, kedua korban dilaporkan hanyut terseret arus.

Pihak Kantor SAR Padang baru menerima informasi dari warga pada pukul 13.15 WIB dan langsung menggerakkan personel menuju Lokasi Kejadian Perkara (LKP) yang berjarak sekitar 14,5 kilometer dari kantor SAR.

Dalam pencarian hari ketiga ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai alutista modern, mulai dari Rubber Boat(LCR), peralatan SAR air, peralatan medis, hingga Drone Thermal untuk memantau area dari udara.

Adapun unsur yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Padang (11 personel), TNI & Brimob Polda Sumbar, Pol Airud & BPBD Kota Padang, Damkar, PMI, KSB, Pramuka, serta puluhan masyarakat setempat.

"Kendala utama di lapangan adalah luasnya area pencarian. Meskipun kondisi cuaca dilaporkan berawan dengan kecepatan angin sekitar 5 knot, tim tetap harus waspada terhadap dinamika arus laut," tambah Abdul Malik.

Hingga pukul 18.00 WIB, pencarian yang dilakukan sesuai rencana operasi (Renops) hari ketiga masih nihil. Sesuai prosedur, operasi SAR untuk sementara dihentikan pada petang hari dan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (21/4/2026) pagi.

"Operasi SAR hari ini kami tutup sementara dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 07.30 WIB. Kami memohon doa dari masyarakat agar kedua korban segera ditemukan," tutupnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiga Srikandi Palasara dan Semangat Kartini yang Terus Menyala
• 11 jam laluterkini.id
thumb
BMKG Ungkap Penyebab Gempa NTT Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Prof JJ Beri Peringatan Keras kepada Pihak yang Mencoba Pakai Joki saat UTBK di Unhas
• 6 jam lalueranasional.com
thumb
Sekjen Golkar: Politik Harus Jadi Kekuasaan yang Menolong Rakyat!
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Harga Plastik Melonjak Imbas Konflik AS-Iran, Bapanas Waspadai Kenaikan Harga Beras dan Gula | JMP
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.