Sekjen Golkar: Politik Harus Jadi Kekuasaan yang Menolong Rakyat!

okezone.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menegaskan garis politiknya yang memandang bahwa kekuasaan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sarana pengabdian untuk membantu masyarakat.

Garis politik tersebut dituangkan dalam sebuah buku terbarunya berjudul 'Kekuasaan Yang Menolong'. Lewat buku ini, Sarmuji melakukan refleksi mendalam dari perjalanannya di dunia politik.

“Ya saya menerbitkan dua buku plus satulah. Satu itu buku kenangan. Tapi dua buku itu yang pertama adalah ‘Kekuasaan Yang Menolong’,” kata Sarmuji usai meluncurkan bukunya di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Baca Juga :
Nus Kei Tewas Ditusuk, Ini Instruksi Bahlil ke Kader Golkar

Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu menjelaskan bahwa filosofi politik dalam buku tersebut memiliki kaitan erat dengan pesan spiritual dari nama putranya, Muhammad Sutojoyo atau Sulthanan Nashir.

Istilah Sulthanan Nashira yang menjadi judul buku tersebut ia maknai sebagai mandat bagi setiap pemegang kekuasaan untuk memberikan manfaat nyata bagi sesama.

“Kekuasaan Yang Menolong itu adalah sebenarnya terjemahan dari Sulthanan Nashira. Yaitu nama putra kami Muhammad Sutojoyo, Sulthanan Nashir,” ujarnya.

Baca Juga :
Profil dan Jejak Karier Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara yang Tewas Ditusuk OTK di Bandara

Baginya, nama tersebut adalah komitmen politik yang diprasastikan sejak ia memutuskan terjun ke dunia politik. Ia berharap setiap kebijakan dan langkah politik yang diambilnya senantiasa berpihak pada kepentingan rakyat.

“Jadi saya berharap keberadaan saya dalam dunia politik itu menjadi Sulthanan Nashira, menjadi Kekuasaan Yang Menolong. Sebagaimana anak saya, saya namai,” tuturnya.

Meski putranya telah wafat, Sarmuji menegaskan bahwa nilai tersebut kini menjadi ruh dalam aktivitas politiknya di parlemen maupun di internal Partai Golkar. Ia ingin menjadikan politik sebagai jalan yang mulia.

Baca Juga :
JK Ungkit Jasa ke Jokowi, Golkar: Di Dunia Ini Tak Ada Faktor Tunggal

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasjrat Multifinance Hapus Buku Piutang Rp74,85 Miliar untuk Kinerja 2026
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Polres Badung Ungkap Kasus Dugaan Penggelapan MacBook Modus COD di Canggu oleh WNA Asal Amerika
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Menaker Sebut RUU PPRT Tekankan Pentingnya Lindungi Pekerja Rumah Tangga
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jejak R.A. Kartini dalam Laporan Keberlanjutan, Dari Emansipasi ke Akuntabilitas
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Harta Calon Ketua The Fed Kevin Warsh Tembus Rp1,7 Triliun
• 43 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.