jpnn.com - Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia menyebut partainya meminta aparat penegak hukum bisa mengusut tuntas kasus penikaman terhadap pengurus partainya di Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
"Kami serahkan ke aparat penegak hukum, tetapi DPP Golkar, telah meminta agar ini diusut secara tuntas dan bisa diselesaikan secara seksama," kata dia kepada awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/4).
BACA JUGA: Ketua DPD Golkar Malra Nus Kei Ditikam di Pintu Bandara, Nyawanya Tak Tertolong
Bahlil mengaku telah memerintahkan Sekjen Golkar Sarmuji untuk memberikan pendampingan terhadap korban.
"DPP Golkar sudah saya meminta kepada Sekjen untuk mendampingi untuk dalam rangka melakukan proses sampai tuntas," lanjut pria yang juga menjabat Menteri ESDM itu.
BACA JUGA: Skandal Video Asusila Viral di Pamekasan Terungkap, Pelaku Masih Pelajar
Bahlil pun turut menyampaikan dukacita menyikapi meninggalnya Nus Kei dalam kasus penikaman.
"Ya, kami turut berduka atas meninggalnya Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara. Saudara saya, Pak Nus, dan semoga diterima di sisi Allah SWT," kata dia.
BACA JUGA: Pengurus DPN PERADI 2026-2031 Dilantik, Ini Daftar Namanya
Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara Nus Kei menjadi korban tewas dalam aksi penusukan di Bandara Sadsuitubun, Minggu (19/4) sekitar pukul 12:00 WIT.
Polda Maluku menyebut motif di balik penusukan Nus Kei berlatar balas dendam yang terpendam sejak enam tahun lalu.
”Motif (penusukan Nus Kei) berdasarkan hasil pemeriksaan adalah balas dendam,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi kepada awak media, Senin (20/4).
Rositah memastikan pelaku mengenal Nus Kei, sehingga tidak lagi disebut sebagai orang tidak dikenal atau OTK.
Peristiwa penusukan terjadi sesaat setelah Nus Kei tiba di Bandara Sadsuitubun. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun, tetapi nyawa korban tak tertolong.
Polisi belakangan menangkap dua orang sebagai tersangka penusukan berinisial HR (28 tahun) dan FU (36 tahun). (ast/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Merasa Difitnah soal Penistaan Agama, JK: Karena di Masjid Maka Saya Pakai Kata Syahid
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




