Terkini, Makassar — Pagi itu, aktivitas di sebuah pusat layanan kesehatan di Makassar berjalan seperti biasa. Di balik ritme yang sibuk, berdiri sosok perempuan yang tak hanya memimpin perusahaan, tetapi juga tetap melayani pasien secara langsung.
Ia adalah drg. Mieke Yunita Viryadi, direktur sekaligus praktisi dokter gigi yang menjalani dua peran sekaligus.
Di momentum Hari Kartini, kisahnya menjadi cerminan nyata bagaimana semangat Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam perempuan masa kini.
Bagi Mieke, Hari Kartini bukan sekadar peringatan tahunan. Lebih dari itu, momen ini adalah pengingat bahwa perjuangan perempuan untuk meraih kesetaraan belum benar-benar usai.
“Sebagai seorang perempuan, saya memaknai Hari Kartini sebagai momentum untuk terus memperjuangkan kesetaraan. Perempuan memiliki derajat yang sama dengan laki-laki, termasuk dalam pendidikan, karier, dan kontribusi bagi bangsa,” ujarnya kepada makassar.terkini.id.
Menjalani Banyak Peran, Tanpa Harus MemilihLebih dari 15 tahun berkecimpung di dunia kesehatan, Mieke memahami betul tantangan yang dihadapi perempuan, terutama dalam menyeimbangkan peran domestik dan profesional.
Namun baginya, menjadi perempuan bukanlah soal memilih satu peran dan meninggalkan yang lain.
“Kita bisa menjadi ibu, melahirkan, menyusui, dan mengurus rumah tangga, tetapi di saat yang sama juga mampu berkarier dan memberikan kontribusi nyata untuk Indonesia,” tuturnya.
Keyakinan itulah yang ia jalani setiap hari memimpin, melayani, sekaligus menginspirasi.
Perempuan Semakin Kuat di Dunia KesehatanPerubahan besar juga ia saksikan di sektor kesehatan. Jika dahulu jumlah perempuan masih terbatas, kini mereka hadir hampir di seluruh lini.
Mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga tenaga laboratorium dan apoteker, perempuan menunjukkan kiprahnya dengan semakin percaya diri. Bahkan, mereka kini menembus wilayah terpencil dan bidang spesialis yang penuh tantangan.
“Saya sangat bangga melihat perempuan-perempuan di sektor kesehatan yang terus maju dan menghadapi berbagai tantangan. Ini membuktikan bahwa perempuan mampu menunjukkan kapasitas dan kualitas yang sama,” ungkapnya.
Menghidupkan Semangat KartiniBagi Mieke, perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak berhenti di buku sejarah. Nilai-nilainya harus terus dihidupkan dalam tindakan, pilihan hidup, dan keberanian untuk melangkah.
“Semangat emansipasi Kartini harus kita jaga sepanjang masa. Beliau adalah sosok inspiratif yang mendorong perempuan untuk menjadi tangguh, mandiri, dan berdaya,” katanya.
Pesannya sederhana, namun sarat makna.“Banggalah menjadi perempuan, teruslah berjuang, dan yakini bahwa kita memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk maju serta berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.
Harapan untuk Masa DepanDi tengah perannya di dunia kesehatan, Mieke menyimpan harapan besar. Ia ingin sistem layanan kesehatan di Indonesia terus berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Baginya, kualitas layanan bukan semata soal teknologi, melainkan bagaimana manajemen kesehatan mampu memberikan dampak nyata dan merata.
“Harapan saya, healthcare di Indonesia semakin maju dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.




