Grid.ID - Sosok pria asal Tasikmalaya bernama Suryana mendadak bikin Dedi Mulyadi terenyuh. Ya, hal ini rupanya karena pria berusia 40 tahun itu mengalami kondisi memprihatinkan.
Yakni dimana dirinya sedang berjuang melawan penyakit diabetes akut. Bahkan gegara penyakitnya itu, Suryana sampai harus kehilangan satu penglihatan matanya dan tidak mampu lagi berjalan.
Tak berhenti sampai di situ, kondisi Suryana makin membuat Dedi Mulyadi terenyuh usai tahu ia diceraikan oleh sang istri yang sudah tidak sanggup lagi membiayai pengobatannya. Melalui sambungan video call, Dedi Mulyadi mendapati fakta pilu lainnya.
Yakni meski sulit secara ekonomi, Suryana tak terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Ia sendiri sempat menjalani pengobatan namun telah terhenti selama setahun akibat tunggakan iuran BPJS Kesehatan tersebut.
Dilansir dari TribunJabar.id, Suryana saat ini tinggal di rumah orang tuanya yang juga sudah renta di Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Terungkap pula Suryana ternyata sudah dua kali menikah.
Dari pernikahan pertamanya, ia dikaruniai 2 orang anak. Namun setelah cerai, satu anaknya tinggal bersama istrinya dan satunya lagi tinggal bersamanya.
Setelahnya, Suryana menikah dengan istri keduanya dan lagi-lagi harus kandas. Kondisi perekonomiannya pun ikutan hancur lebur dan kini hanya berpegang kepada orang tuanya yang sudah renta.
Bahkan gegara hal itu pula, anak Suryana yang diketahui duduk di bangku kelas 3 SD terpaksa berhenti sekolah sudah satu bulan lamanya. Ya, hal ini lantaran ketiadaan uang untuk biaya sekolah maupun biaya sehari-hari.
"SD itu tidak bayar. Jangan karena tidak ada uang jajan jadi berhenti sekolah," ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Senin (20/4/2026).
Suryana sendiri sebenarnya sempat mendapat bantuan dari aparat setempat seperti RT dan RW membantu membayarkan tunggakan BPJS Kesehatan sehingga bisa berobat.
Namun karena kondisi, Suryana kembali menunggak karena beban pembayarannya yang tak lagi mampu dibayar pemerintah setempat.
Melihat hal itu, Dedi Mulyadi terenyuh dan langsung menginstrusikan bantuan. Yakni yang pertama agar Suryana segera dibawa ke Rumah Sakit Welas Asih Bandung guna memulihkan kadar gula dan kondisi fisiknya.
Dedi Mulyadi juga menegaskan tidak ingin berdosa karena membiarkan warga sakit tanpa pengobatan. Terakhir, Gubernur Jawa Barat itu meminta agar Suryana tidak terburu-buru menikah lagi jika nanti sudah sehat, agar fokusnya tidak terpecah dan tidak menjadi beban pikiran yang bisa memperburuk kesehatannya.
"Bapak harus semangat sembuh, yang penting Bapak punya semangat untuk hidup lebih panjang," ujar Dedi Mulyadi menyemangati Suryana. (*)
Artikel Asli




