Tutup Gelas, Jejak Kecil Predator Anak di Ruang Digital

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Seseorang dengan username ”Lelaki” menulis pesan di sebuah situs pornografi di laman gelap atau dark web, 6 Desember 2024. Dark web adalah situs yang hanya dapat diakses dengan menggunakan aplikasi peramban (browser) khusus. Situs-situs dalam dark web bersifat anonim.

”Saya bagikan sedikit keindahan perburuan pribadi di kamar (sebuah) hotel di Indonesia timur,” demikian potongan pesan yang ditulis akun tersebut. Pesan itu muncul setelah ada unggahan tiga video berdurasi beberapa detik. Video itu menampilkan seorang laki-laki dewasa melakukan kekerasan seksual kepada anak perempuan berusia lima tahun.

Tingkah polah akun ”Lelaki” itu ternyata dipantau Polisi Federal Australia (AFP). Berdasarkan pantauan AFP, akun yang sama kembali mengunggah enam video serupa pada 7 dan 8 Desember 2024. AFP juga menemukan bukti bahwa sosok yang sama ternyata memiliki satu akun lain dengan username ”L3l4ki”.

Kasus ini menunjukkan pola berulang dalam kejahatan seksual pada anak di era digital. Pelaku memanfaatkan anonimitas platform, distribusi konten berlangsung lintas negara. Sementara upaya penegakan hukum terkendala dalam mengidentifikasi dan menyelamatkan korban.

Sekitar dua bulan berselang, AFP mengirim bukti-bukti forensik digital kepada Divisi Hubungan Internasional Polri. Bukti-bukti itu lalu dirangkum dalam keping cakram padat (CD) dan diteruskan kepada penyidik Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca JugaBekas Kapolres Ngada Dituntut 20 Tahun Penjara 

Penyidik Polda NTT kasus ini, yakni Ajun Komisaris Fridinary Kameo, menemukan bukti awal. Saat ditemui pada 16 Maret 2026, ia mengungkap petunjuk awal berupa tutup gelas bertuliskan nama hotel berinisial K. Dari sana, penyidik membedah setiap elemen visual dalam video, motif keramik, lipatan gorden, hingga posisi telepon di dalam kamar.

Detail-detail kecil itu kemudian dipadankan dengan kondisi di lapangan. Dari semua kamar yang ada, hanya enam unit bertipe super suite yang memiliki ciri serupa. Penyisiran dilakukan satu per satu, hingga akhirnya penyidik menemukan kecocokan dengan Hotel K kamar 1310 di Kota Kupang, NTT. ”Kami cek semua kamar (di Hotel K) dan menemukan kecocokan di kamar (nomor) 1310,” ucapnya.

AFP menemukan bukti video yang diunggah akun ”Lelaki” dan akun ”L3l4ki” yang diunggah pada 11 Juni 2024. Fridinary menemukan hanya ada satu tamu yang menyewa kamar super suit di Hotel K pada 11 Juni 2024. Si penyewa adalah Ajun Komisaris Besar Fajar Widyadharma yang kala itu menjabat Kepala Polres Ngada. ”Waktu itu (pelaku) memesan kamar dengan menggunakan surat izin mengemudi,” kata Fridinary.

Kalau mencari pelaku itu agak mudah karena ada sumber-sumber informasi yang bisa digunakan melacak. Yang sulit menemukan identitas korban anak.

Dalam proses pengadilan terungkap korban kekerasan seksual dalam video yang diunggah Fajar adalah I (5). Fajar juga terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap dua anak lain, yakni W (13) dan M (16). Pada 21 Oktober 2025, Pengadilan Negeri Kupang menjatuhkan vonis 20 tahun penjara dengan denda Rp 19 miliar kepada Fajar.

Baca JugaJejak Penjahat Seksual Terlacak lewat Transaksi Keuangan

Berbagi data

Penyidik Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber Bareskrim Polri Ajun Komisaris Dzulkifly Miraj, Jumat (10/4/2026), mengatakan, selain dengan interpol, Polri juga bekerja sama dengan lembaga lain saat memberantas predator anak. Salah satunya National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC), lembaga nonpemerintah yang berpusat di Amerika Serikat.

NCMEC bekerja mengumpulkan laporan terkait materi kekerasan seksual terhadap anak (child sexual abuse material/CSAM) yang beredar di internet. Meski bukan lembaga pemerintah, Hukum Federal AS mewajibkan perusahaan platform digital di negara itu melaporkan temuan mereka terkait CSAM ke NCMEC.

”Saya salah satu anggota Polri yang diberi tugas menjadi operator dashboard NCMEC. Setiap hari pasti ada laporan yang masuk dan harus segera dianalisis serta diverifikasi,” kata Dzulkifli, yang juga anggota Satgas Penanganan Pornografi Anak Polri.

Dzulkifli memelototi laporan CSAM sejak 2023. Ia perlu bertindak cepat jika ada laporan yang oleh NCMEC dikategorikan mendesak. Artinya, ada korban yang masih ada dalam kendali pelaku atau ada indikasi korban bakal bunuh diri. ”Kalau mencari pelaku itu agak mudah karena ada sumber-sumber informasi yang bisa digunakan melacak. Yang sulit menemukan identitas korban anak,” ujarnya.

Tugas membedah video kekerasan seksual anak tidak mudah bagi ayah satu anak ini. Ia kerap merasa jijik, marah, dan lelah mental menyaksikan laporan konten kekerasan seksual. ”Waktu menganalisis, foto atau video saya ubah jadi hitam putih agar agak berjarak. Itu pun kadang-kadang saya tetap enggak kuat, jadi harus ambil jeda,” tuturnya.

Baca JugaDirekam untuk Diperbudak, Modus Predator Mengendalikan Anak
Biaya tinggi

Jika NCMEC menyuplai data dari dunia maya kepada Polri, lembaga nonpemerintah lainnya, Operation Underground Railroad (OUR) Rescue Indonesia, mengumpulkan informasi dari lapangan untuk membongkar jaringan predator anak. Mereka membantu Polri mengungkap kasus prostitusi anak yang diorganisasi dalam grup Telegram bernama Premium Place pada medio 2024.

OUR adalah organisasi nonpemerintah antiperdagangan orang yang berpusat di Utah, AS. Mereka dikenal memiliki sikap keras terhadap pelaku ekspolitasi seksual anak. Mantan Ketua Yayasan OUR Rescue Indonesia Zulfahmi Ramli, Rabu (8/4/2026), mengatakan, mereka mulai mengendus Premium Place pada akhir 2023. Lewat grup Telegram itu, para pelaku melacurkan anak dengan meminta bayaran belasan juta rupiah.

”Untuk masuk ke grup Telegram itu bayar Rp 2 juta. Di dalamnya, ada subgrup yang talent-nya ada beberapa kategori, seperti WNA, selebritas, dan anak. Untuk masuk ke grup eksklusif itu perlu bayar lagi Rp 5 juta,” paparnya.

Baca JugaGim hingga AI, Ladang Eksploitasi Predator Anak

Fahmi menuturkan, sesuai peraturan OUR, anggota yang turun ke lapangan diawasi ketat dan dilarang keras menyentuh anak yang dieksploitasi. Mereka bahkan tidak boleh meminta secara langsung kepada pelaku untuk menyodorkan anak yang dilacurkan karena itu justru berpotensi menciptakan korban baru.

Dengan demikian, satu-satunya cara yang dapat dilakukan anggota OUR adalah menjebak pelaku dengan melakukan pembelian berulang. Mereka memesan PSK dewasa yang WNI dan WNA berulang kali agar pelaku terlena sampai akhirnya tanpa diminta pelaku menyodorkan anak yang dieksploitasi. Hampir Rp 300 juta dihabiskan dalam proses itu.

"Enggak cuma ketemu anak yang dieksploitasi. Kami harus membangun relasi dengan si anak dengan memberi utang dan menuruti macam-macam permintaan agar bisa melihat kartu keluarga dia untuk verifikasi usia anak," ucapnya.

Fahmi kemudian menghubungi Dirtipid Siber Brigadir Jenderal Himawan Bayu Aji. Dari pertemuan itu OUR Rescue Indonesia mendapat Surat Kerja Sama Pendalaman Kasus yang jadi pijakan lembaga sipil bekerja sama dengan penyidik polisi mendalami suatu kasus.

Dalam grup Premium Place yang melacurkan lebih dari 1.000 orang itu, Polri dan OUR menemukan 19 diantaranya yang masih berusia anak. Selama lebih kurang 1 tahun beroperasi, aliran uang di jaringan itu mencapai Rp 9 miliar.

Setelah OUR Indonesia berhenti operasi pertengahan 2025, Fahmi dan beberapa mantan anggota OUR lainnya mendirikan Niscala Raksana Indonesia yang mengemban misi serupa. "Almarhum bapak saya setiap tahun nolongin orang-orang terlantar. Mereka itu pekerja migran Indonesia yang dibuang dari Malaysia, banyak yang keleleran, ini sangat melekat di memori saya," ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
MPMX Dukung Pelestarian Laut dan Ekonomi Masyarakat Pulau dan Pesisir
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Mentan Amran: Ada El Nino Godzilla Tak Masalah, Stok Beras Kita Menuju 5 Ton
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Astronaut Artemis II Latihan Motret 20 Jam demi Hasilkan Foto HD Bumi dan Bulan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Sejarah di Balik Hari Kartini, Berawal dari Surat-Menyurat
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Ini Daftar Menu MBG yang Sering Bikin Anak-Anak Sakit Perut, Muntah Hingga Diare
• 17 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.