Foto Bumi dan Bulan dari luar angkasa yang dipamerkan oleh kru Artemis II selama misi antariksa berlangsung membuat takjub publik. Untuk bisa menghasilkan gambar indah tersebut, ternyata para astronaut harus menjalani latihan memotret selama 20 jam.
NASA menunjuk Paul Reichert dan Katrina Willoughby sebagai pelatih khusus fotografi untuk kru Artemis II. Keduanya memberi sekitar 20 jam pelatihan intensif sebelum peluncuran 1 April 2026, yang menjadi misi pertama manusia ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun.
Pelatihan tidak sekadar teori. Astronaut menjalani simulasi fotografi dari dalam replika kapsul Orion, dengan memotret bola Bulan raksasa yang digantung di ruang gelap untuk meniru kondisi luar angkasa.
Pilot misi Artemis II, Victor Glover, menjelaskan latihan ini membantu kru memahami pencahayaan ekstrem dan komposisi dalam kondisi tanpa atmosfer.
Kamera utama yang digunakan adalah Nikon D5, model DSLR yang sudah terbukti tahan radiasi selama bertahun-tahun digunakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Kamera ini juga unggul dalam kondisi minim cahaya, situasi yang dominan di luar angkasa.
"Kami memiliki banyak pengalaman penggunaan dalam penerbangan dengan perangkat tersebut," kata Reichert, mengutip Reuters. "Kami tahu perangkat itu mampu menahan radiasi, setidaknya setara dengan beberapa tahun paparan radiasi di ISS, dan tidak mengalami masalah apa pun."
Selain itu, kru juga membawa Nikon Z9 dan beberapa lensa, termasuk 14-24 mm, 80-400 mm, serta 35 mm, untuk berbagai kebutuhan pengambilan gambar
iPhone 17 Pro Max menjadi tambahan terakhir dalam daftar perlengkapan fotografi Artemis II. Smartphone ini memudahkan pengambilan gambar cepat, tetapi ukuran file yang besar menjadi tantangan saat pengiriman data karena keterbatasan bandwidth di luar angkasa.
Hasilnya, kru berhasil menangkap sejumlah citra langit yang jarang terlihat manusia. Salah satunya adalah momen ketika Bulan menutupi Matahari sepenuhnya dari sisi jauh, menciptakan siluet gelap dengan cahaya tipis di sekelilingnya, sementara bintang tetap terlihat di latar belakang.
Foto lain menampilkan permukaan sisi jauh Bulan yang penuh kawah dengan detail tinggi, serta pemandangan Bumi yang tampak kecil saat terbit dan terbenam di cakrawala Bulan.
Berbeda dengan era Apollo program, kru Artemis II dapat langsung meninjau hasil foto secara digital, sehingga mempercepat evaluasi dan meningkatkan kualitas pengambilan gambar. Selain itu, kamera aksi memungkinkan siaran langsung, memberi publik akses real-time terhadap eksplorasi luar angkasa.





