REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Otoritas Haji Iran mengumumkan kesiapan mereka untuk memberangkatkan 30.000 jamaah ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pemberangkatan kali ini direncanakan menggunakan skema paket kombinasi jalur darat dan udara.
Wakil Bidang Haji dan Umrah Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Akbar Rezaei, menjelaskan bahwa berbagai rencana telah disiapkan untuk memberangkatkan jamaah Iran pada musim Haji 2026. Langkah ini diambil menyusul kesepakatan dan nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.
Baca Juga
Adab Makan dan Minum dalam Islam
Lemah Lembut, Sifat Dasar Para Nabi
Calon Jamaah Asal Jabar Siap Berangkat ke Tanah Suci, Mayoritas Perempuan
"Kami siap memberangkatkan jamaah Iran ke Tanah Wahyu berdasarkan kontrak yang telah disepakati, sesuai dengan kondisi yang ada dan setelah mendapat persetujuan dari otoritas di negara kami," ujar Rezaei dalam keterangannya, Senin(20/4/2026) seperti dilansir dari laman Abna.ir.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Rezaei menunjukkan adanya perubahan perencanaan yang menyesuaikan dengan kondisi terkini. Salah satu poin krusial adalah redefinisi struktur karavan jamaah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Mengenai paket kombinasi darat-udara, Rezaei memaparkan bahwa berdasarkan prediksi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait di Irak dan Arab Saudi, jamaah akan diberangkatkan melalui jalur darat melintasi Irak menuju perbatasan Arar (perbatasan antara Irak dan Arab Saudi).
"Dari titik tersebut (Arar), jamaah kemudian akan diterbangkan menuju Madinah Al-Munawarah. Sementara untuk rute kepulangan, jamaah akan bertolak dari Bandara Jeddah menuju perbatasan Arar, dan melanjutkan perjalanan darat melalui Irak kembali ke tanah air,"kata dia.
Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi saat jamaah melaksanakan ibadah umrah sebelum dimulainya musim haji 2026, Sabtu (18/4/2026) waktu setempat. - (Republika/Fernan Rahadi)