Iran Gamang Putuskan Kesepakatan Damai dengan AS, Ini Penyebabnya

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Iran belum memutuskan terkait potensi terciptanya kesepakatan damai dengan Amerika Serikat (AS). Iran menyinggung sejumlah pelanggaran yang dilakukan AS selama masa gencatan senjata kedua negara berlangsung.

Dilansir AFP, Selasa (21/4/2026), dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Iran "mempertimbangkan semua aspek dan akan memutuskan bagaimana melanjutkan". Kedua Menlu itu terlibat percakapan dalam membahas isu-isu terkait gencatan senjata AS dan Iran pada Senin (20/4).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Iran kembali menyatakan apresiasi atas upaya Pakistan dalam pembicaraan gencatan senjata. Namun, Iran mengklaim bahwa "tindakan provokatif" dan pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut oleh AS merupakan hambatan utama bagi kelanjutan diplomasi.

Baca juga: 2.378 Orang di Lebanon Tewas Akibat Serangan Israel Sejak Maret

Iran menyinggung "ancaman dan agresi AS terhadap kapal-kapal dagang Iran" selama masa gencatan senjata, serta apa yang disebutnya sebagai posisi yang kontradiktif dan retorika yang mengancam terhadap Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kedua menteri menekankan pentingnya melanjutkan konsultasi yang bertujuan untuk memperkuat perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian seperti dilansir Al Jazeera juga menyinggung masih tingginya ketidakpercayaan historis Iran terhadap AS.

"Selain ketidakpercayaan historis yang mendalam di Iran terhadap perilaku dan kinerja pemerintah AS, pendekatan yang tidak konstruktif dan kontradiktif dari para pejabat AS dalam beberapa hari terakhir membawa pesan pahit: mereka menginginkan penyerahan Iran," tulisnya di X.

Baca juga: Ayunan Palu Raksasa Tentara Israel Rusak Patung Yesus di Lebanon

Pezeshkian menegaskan Iran tidak akan tunduk pada paksaan untuk menyerah dari pihak luar.

"Rakyat Iran tidak akan tunduk pada paksaan," tulis Pezeshkian.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya telah mengatakan AS dan Iran segera menandatangani kesepakatan damai. Penandatanganan dokumen akan berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Dilansir Anadolu Agency, Senin (20/4), klaim itu disampaikan Trump kepada reporter Fox News, Maria Bartiromo, dalam wawancara via telepon. Namun, belum diketahui kapan percakapan telepon keduanya berlangsung.

Baca juga: Drone Israel Hantam Lebanon Saat Gencatan Senjata 10 Hari

Trump juga telah memperingatkan bahwa jika tidak ada kesepakatan yang ditandatangani, ia akan "meledakkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran."

Pada hari Minggu (19/4), Trump mengumumkan Wakil Presiden AS JD Vance dan utusan Steve Witkoff serta Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke Islamabad. Mereka menjadi delegasi AS dalam putaran negosiasi baru dengan Iran.




(ygs/ygs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siap-Siap RI Punya Pabrik Bioetanol Baru, Mulai Dibangun Tahun Ini
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Petugas Haji Diminta Ciptakan Kesan Tenang bagi Jamaah Saat Tiba di Bandara Arab Saudi
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Pembekalan Pengawas UTBK-SNBT 2026, Plt Rektor Univ Tekankan Integritas
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Kronologi Zayn Malik Layangkan Bogem ke Louis Tomlinson, Mantan Personel One Direction Itu Kini Saling Unfollow?
• 3 menit lalugrid.id
thumb
Tak Lagi Tertutup: Pemegang Saham di Atas 1% Kini Bisa Dipantau Publik – Ini Dampaknya bagi Investor
• 17 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.