MSCI Tetap Batasi Saham Indonesia, Tunggu Evaluasi Reformasi Pasar

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Pengelola indeks global MSCI memutuskan tetap mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam indeks globalnya pada tinjauan Mei.

MSCI Tetap Batasi Saham Indonesia, Tunggu Evaluasi Reformasi Pasar. (Foto: MSCI)

IDXChannel – Pengelola indeks global MSCI memutuskan tetap mempertahankan pembatasan terhadap saham Indonesia dalam indeks globalnya pada tinjauan Mei, sembari mengevaluasi reformasi transparansi pasar yang baru diumumkan pemerintah.

Melansir dari Reuters, Senin (20/4/2026), keputusan ini muncul setelah pada akhir Januari lalu MSCI memperingatkan bahwa Indonesia berisiko diturunkan statusnya dari pasar berkembang (emerging market) menjadi frontier market, menyusul persoalan transparansi kepemilikan dan perdagangan saham.

Baca Juga:
Harga Emas Sentuh Level Terendah Sepekan di Tengah Ketegangan AS-Iran

Peringatan tersebut sempat memicu aksi jual besar-besaran, yang menghapus sekitar USD120 miliar nilai pasar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga awal April.

Menjelang tenggat evaluasi Mei, Indonesia telah merampungkan sejumlah reformasi penting di pasar saham.

Baca Juga:
Harga Minyak Melonjak 6 Persen, Pasar Waspadai Perundingan AS-Iran

Di antaranya, peningkatan keterbukaan data pemegang saham serta kenaikan batas minimum saham beredar (free float) menjadi 15 persen, guna memperkuat likuiditas dan menekan potensi manipulasi harga.

Namun, MSCI menyatakan, pada Senin, pihaknya masih meninjau cakupan, konsistensi, dan efektivitas dari sumber data baru serta kebijakan regulator tersebut.

Baca Juga:
Pemerintah Ubah Skema HPM, Intip Emiten Nikel yang Berpotensi Diuntungkan

Pembaruan lanjutan dijadwalkan akan disampaikan dalam tinjauan berikutnya pada Juni.

Dalam tinjauan Mei ini, MSCI menegaskan akan tetap membekukan (freeze) kenaikan faktor inklusi asing (foreign inclusion factor/FIF) dan jumlah saham untuk efek Indonesia.

Selain itu, tidak akan ada penambahan saham Indonesia ke dalam indeks pasar yang dapat diinvestasikan, maupun peningkatan klasifikasi, seperti dari small-cap ke indeks standar.

Langkah MSCI ini juga mencakup penghapusan saham yang ditandai oleh otoritas Indonesia dalam kerangka regulasi baru, serta kemungkinan penyesuaian estimasi free float menggunakan data kepemilikan 1 persen jika dinilai relevan.

Meski begitu, data dan pengungkapan baru tersebut belum akan dimasukkan dalam perhitungan indeks hingga proses evaluasi selesai dan masukan dari pelaku pasar dipertimbangkan.

“Pendekatan ini dirancang untuk membatasi perputaran indeks dan risiko investasi, sekaligus memberi waktu bagi evaluasi lebih lanjut atas reformasi yang baru diumumkan,” tulis MSCI.

Sementara itu, FTSE Russell, penyedia indeks global lainnya, pekan lalu memutuskan mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai pasar berkembang sekunder, tanpa memasukkannya ke dalam daftar pemantauan.

FTSE juga menyatakan akan memberikan kejelasan lebih lanjut terkait perlakuan saham Indonesia menjelang tinjauan Juni.

Hingga berita ini diturunkan, Bursa Efek Indonesia belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar di luar jam perdagangan.

MSCI menambahkan, pihaknya akan terus berinteraksi dengan pelaku pasar dan otoritas Indonesia dalam proses evaluasi yang masih berlangsung. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tuding AS Langgar Gencatan Senjata Iran Isyaratkan Tolak Perundingan Putaran Kedua
• 19 jam laluokezone.com
thumb
Pura-pura Kehabisan Bensin di Tengah Jalan Gatot Subroto, Pemotor Ditegur Polisi
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Foto: Royal Enfield Himalayan 450 Mana Black, Aura Petualang Makin Garang
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kinerja Melesat, UVCR Bukukan Penjualan Rp982,2 Miliar pada 2025
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Wamendagri Wiyagus Pastikan Negara Tak Abaikan Hak Disabilitas: Tidak Ada yang Tidak Terdata
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.