Apple mengumumkan bahwa John Ternus akan menggantikan Tim Cook sebagai CEO. Tim Cook akan menjabat sebagai ketua eksekutif pada 1 September.
“Tim Cook akan melanjutkan perannya sebagai CEO hingga musim panas sambil bekerja sama erat dengan Ternus untuk memastikan transisi yang lancar,” kata Apple dalam siaran pers, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (21/4).
Apple menyatakan dalam pengajuan dokumen, bahwa dewan direksi melakukan penunjukan tersebut pada Jumat (17/4) waktu Amerika Serikat.
Ini adalah transisi CEO pertama bagi Apple sejak Tim Cook, yang kini berusia 65 tahun, menggantikan Steve Jobs di pucuk pimpinan pada 2011, tak lama sebelum kematian Jobs. John Ternus akan menjadi CEO kedelapan Apple.
“Merupakan suatu kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi CEO Apple dan dipercaya untuk memimpin perusahaan yang luar biasa ini,” kata Tim Cook dalam pernyataan.
"Saya mencintai Apple sepenuh hati, dan saya sangat bersyukur telah memiliki kesempatan untuk bekerja dengan tim yang terdiri dari orang-orang yang cerdas, inovatif, kreatif, dan sangat peduli yang telah teguh dalam dedikasi mereka untuk memperkaya kehidupan pelanggan kami dan menciptakan produk dan layanan terbaik di dunia," Cook menambahkan.
Apple juga mengatakan bahwa Johny Srouji akan menjadi kepala divisi perangkat keras, menggantikan John Yernus. Srouji, yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden senior teknologi perangkat keras perusahaan, juga akan memimpin rekayasa perangkat keras.
Kapitalisasi pasar Apple meningkat lebih dari 20 kali lipat di bawah kepemimpinan Tim Cook, ditutup pada Senin (20/4) waktu AS di angka US$ 4 triliun. Tim Cook menerima total kompensasi US$ 74,6 juta tahun lalu, termasuk gaji pokok US$ 3 juta dan jutaan dolar lagi dalam bentuk penghargaan saham, menurut pengajuan peraturan baru-baru ini. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mendekati US$ 3 miliar.
Namun, dengan kepergian Tim Cook, Apple menghadapi berbagai tantangan, termasuk rantai pasokan yang semakin kompleks, ketegangan geopolitik, tarif pemerintahan Trump, dan krisis memori yang terkait dengan meningkatnya permintaan cip AI.
John Ternus, 50 tahun, telah menjadi kepala divisi perangkat keras Apple dan telah bekerja di Apple selama hampir setengah hidupnya, bergabung hanya empat tahun setelah lulus dari Universitas Pennsylvania dengan gelar di bidang teknik mesin.
Ia secara luas dipandang sebagai penerus selanjutnya, dengan profil terbaru di The New York Times dan Bloomberg. Portofolionya mencakup pengawasan tim teknik perangkat keras di balik iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, AirPods, dan Vision Pro.
John Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 setelah empat tahun bekerja sebagai engineer mekanik di Virtual Research Systems. Di Apple, ia bekerja di tim desain produk, dan pada 2013 ia menjadi wakil presiden bidang teknik perangkat keras.




