JAKARTA, KOMPAS.com - Pengawasan terhadap penyediaan makanan bagi jemaah haji Indonesia di Madinah dilakukan sejak tahap persiapan konsumsi hingga pembagian di hotel.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui tim pengawas dari Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung melakukan pengawasan ketat dan berlapis terhadap seluruh proses penyediaan konsumsi bagi jemaah di Madinah.
"Pengawasan dilakukan dalam tiga tahap utama, yakni pra produksi, proses produksi, hingga distribusi makanan ke hotel tempat jemaah menginap. Pengecekan rutin dilakukan tiga kali sehari mengikuti jadwal makan jemaah," kata perwakilan tim pengawas Poltekper NHI Bandung, Nova MH, di Madinah, dikutip dari keterangan pers, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Kemenhaj Kerahkan 23 Dapur di Madinah untuk Jemaah Haji
Nova MH menegaskan bahwa standar operasional prosedur (SOP) diterapkan secara ketat tanpa kompromi.
Dalam kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi, menjaga kualitas makanan menjadi tantangan karena suhu makanan saat distribusi perlu disesuaikan.
"Makanan harus berada pada suhu 60–70 derajat Celsius saat didistribusikan ke hotel agar tetap higienis dan tidak mudah basi," jelas Nova.
Baca juga: 118 Hotel Disiapkan di Madinah, Siap Tampung 103 Ribu Jemaah Haji Indonesia 2026
Penundaan makan akan berpotensi menurunkan kualitas makanan, terutama jika terlalu lama disimpan meski dalam kondisi tertutup.
"Kami mengimbau jemaah untuk segera mengonsumsi makanan setelah diterima," ucapnya.
Nova menjelaskan, tim pengawas telah bekerja sejak dini hari untuk memastikan kualitas makanan untuk jemaah tetap terjaga.
Untuk makan pagi, pengawasan dimulai sejak pukul 00.00 hingga 04.00 saat proses memasak berlangsung.
Sementara untuk makan siang, pengawasan dilakukan sejak pagi hari.
Selain itu, pemeriksaan berkala juga dilakukan terhadap penyimpanan bahan makanan, baik segar maupun kering, guna memastikan tidak ada bahan yang rusak atau tidak layak konsumsi.
Kandungan giziKandungan gizi juga diperhatikan Kemenhaj. Asupan protein, karbohidrat, dan serat disusun secara seimbang untuk menjaga kondisi fisik jemaah.
Sumber protein disediakan dari daging sapi, ayam, ikan, telur, dan tempe, sementara karbohidrat dari nasi dengan porsi terukur.
Kebutuhan vitamin dan serat dipenuhi melalui sayuran serta buah seperti wortel, kentang, apel, pir, dan pisang.
"Kami juga menambahkan menu seperti puding untuk membantu asupan serat jemaah," tutur Nova.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




